Renungan Hari Ibu, "Sang Malaikat Dunia"

Hari ini adalah Hari Ibu. Namun apa yang dapat kita beri unutk ibu kita yang telah merawat kita dengan bertaruh raga hingga nyawa. Marilah kita renungkan sejenak tentang sang malaikat dunia ini.
Renungan Hari Ibu 1, Renungan Hari Ibu 2, Renungan Hari Ibu 3
Tolong dibaca dan direnungkan.


Suatu ketika, seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.

Menjelang diturunkan, dia bertanya kepada Tuhan,
“Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau hendak mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? saya begitu kecil dan lemah”kata si bayi.
Tuhan menjawab,
“Aku telah memilih satu malaikat untukmu. ia akan menjaga dan mengasihimu”.

“Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia”demikian kata sang bayi.
Tuhan pun menjawab,
“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya, dan jadi lebih bahagia”.

Si bayi pun bertanya kembali,
“Lalu apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara dengan-Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab,
“Malaikatmu akan mengajarimu cara berdoa”.

Si bayi pun belum puas, ia pun bertanya lagi,
“Saya mendengar di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
Dengan penuh kesabaran, Tuhan pun menjawab,
“Malaikatmu akan melindungimu, walau taruhan jiwanya sekalipun”.

Si bayi pun tetap belum puas, dan melanjutkan pertanyaannya,
“Tapi saya akan bersedih, karena tidak melihat Engkau lagi”.
Dan Tuhan pun menjawab,
“Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu kembali kepada-Ku, walau sesungguhnya Aku selalu berada disisimu”.

Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak dengan suara lirihnya bertanya,
“Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberi tahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?”

Tuhan pun menjawab,
“kamu dapat memanggil malaikatmu.....IBU...”

-----------------------------------------------------------------------

Kenanglah ibu yg menyayangimu.

Untuk ibu yg selalu meneteskan air mata saat aku pergi..

Ingatkah engkau ketika ibu mu rela tidur tanpa selimut?
Demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu itu?

Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengelus lembut kepalamu?
Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibu mu ketika ia melihatmu terbaring sakit?

Sesekali jenguklah ibu mu yg selalu menantikan kepulanganmu di rumah, kembalilah memohon maaf pada ibu mu yg selalu rindu akan senyumanmu.

Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yg selalu membuatmu lupa untuk pulang.

Segera jenguk ibu mu yg berdiri menantimu didepan pintu, bahkan sampai malampun kian larut.

Dan jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yg akan kau rindukan di masa datang..
Ketika ibu telah tiada..
Tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita..
Tak ada lagi senyuman indah..tanda bahagia.
Yg ada hanyalah kamar yg kosong tiada penghuninya..
Yg ada hanyalah baju yg menggantung di lemari kamarnya..
Tak ada lagi yg menyiapkan sarapan pagi untukmu..
Tak ada lagi yg merawatmu sampai larut malam saat engkau sakit..
Tak ada lagi dan Tak akan ada lagi yg meneteskan air mata mendoa'kanmu disetiap hembusan nafasnya..

Kembalilah segera..
Peluk ibu yg selalu menyanyangimu..

Ciumlah kaki ibu yg selalu merindukanmu dan berilah yg terbaik di akhir hayatnya.

Sahabat..
berdoa'lah untuk kesehatannya. dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya.
Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang.
Kembalilah pada ibu yg selalu menyayangimu.
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya..

Ibu, maafkan aku..
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas.
......TERIMA KASIH IBU......
.....SELAMAT HARI IBU.....
22 DESEMBER 2011
Renungan Hari Ibu 1, Renungan Hari Ibu 2, Renungan Hari Ibu 3
This entry was posted in

4 komentar:

Nggak usah sungkan buat nanya atau nulis disini, selaw aja.
Jangan lupa klik iklannya juga ya, buat support kami :)))