Artikel Info, Saatnya Jari Berbicara

Harapanku Pada Guru, Harapanku Pada Indonesia



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Guru,
Bagaikan rembulan purnama yang selalu menyinari dan menghangatkan malam yang gelap, sunyi nan sepi ketika udara dingin menusuk kulit dan khalbu,
Guru,
Bagaikan bintang di langit malam yang selalu menghiasi angkasa dengan cahayanya yang berkilauan menenangkan hati yang sedang galau menjalani rutinitas hari.

Ya, guru adalah sosok yang sangat berjasa memajukan pendidikan dalam gelapnya kehidupan. Saat manusia masih buta akan aksara, guru selalu datang untuk membantu mereka mengenal indahnya membaca dan menulis. Mengajarkan mereka dari nol hingga menjadi sosok yang melebihi dirinya bak superhero yang siap menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Ketika mereka tidak dapat menerima apa yang guru ajarkan, guru selalu sabar membimbing dan mengarahkan untuk melakukan hal yang terbaik untuk mereka.

Masih ingatkah kita saat seumuran Nohara Shinosuke yang kerap disapa Shinchan itu? Ya, ketika anda duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Saat itu, kita belum mengenal apa-apa. Yang kita tahu hanya bermain, bermain, dan bermain. Namun saat kita selesai bermain pasti akan meninggalkan jejak, entah itu mainan rusak bahkan hancur, makanan atau minuman yang berceceran, atau hal lain yang membuat seseorang yang melihat akan merasa sangat marah. Akan tetapi guru selalu sabar membersihkan atau merapikannya kembali seperti semula. Guru, bak orang tua kita di sekolah.

Saat kita duduk di bangku sekolah dasar, guru selalu mendidik dan membimbing kita untuk tumbuh menjadi anak-anak yang kelak akan berguna bagi nusa dan bangsa. Ketika kita duduk di bangku SMP dan SMA, guru selalu mengarahkan kita ke jalan yang benar agar tumbuh menjadi remaja dan dewasa yang dapat berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Tapi apa yang kita lakukan untuk membalas jasa guru-guru kita? Tidak mengerjakan tugas dari beliau? Atau tidur saat guru sedang menerangkan pada jam pelajaran? Atau mungkin tawuran dengan sekolah lain yang dapat mencoret nama baik sekolah dan guru-guru? Apakah itu? Bukan itu yang guru kita harapkan untuk membalas jasa beliau. Bukan, bukan. Lalu bagaimana kita membalas jasa beliau?

Masih ingatkah anda dengan sebuah novel yang berjudul "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata yang telah diangkat menjadi film dengan judul yang sama itu? Seorang guru Laskar Pelangi, Bu Muslimah, yang selalu setia dan sabar membimbing ke sembilan murid di SD Muhammmadiyah yang hendak digusur tersebut di kawasan Belitung. Semua murid tersebut adalah murid yang kurang beruntung dari segi materi namun mereka tak mudah putus asa menghadapi itu semua. Salah seorang murid bernama Lintang mampu membuktikannya. Ia telah mampu menjadi juara dalam perlombaan dan membanggakan sekolah serta Bu Mus yang selalu tekun mendidik dia dan temannya-temannya.

Ya, seperti itulah kita membalas jasa dari bapak atau ibu guru kita. Dengan meraih prestasi setinggi-tingginya dan membuat beliau bangga akan prestasi yang kita peroleh. Semoga di Indonesia banyak terdapat Lintang-Lintang lain dan Bu Mus lain untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Wahai kawan-kawanku para pelajar di Indonesia, hargailah jasa dan pengabdian guru-guru agar mereka dapat tersenyum dan merasa bangga. Raihlah prestasi setinggi bintang yang bertaburan di angkasa. Dan marilah berpikir positif terhadap guru. Kerjakanlah apa yang beliau tugaskan dan perintahkan, yakinlah itu semua hanya untuk kebaikan kita di masa yang akan datang dan masa-masa keras menjalani kehidupan.

Wahai guruku,
Hidup sederhanamu menjadi mimpi indahku,
Ku banggakan bak pahlawan negaraku,
Hari-hari hadirmu hamparan rinduku nanti,
Hangat bagai sinar matahari pagi.

Wahai guruku,
Bimbinglah kami dengan ilmu dan kasihmu,
Agar kami mampu teruskan pengabdianmu,
Doakan kami menjadi bangsa berbakti,
Membangun bumi pertiwi, makmurlah seluruh negeri.

Guruku, terima kasih atas pengabdianmu kepadaku selama ini. Terima kasih atas segala yang engkau berikan kepadaku hingga aku dapat tumbuh seperti saat ini. Semoga hidupmu selalu bahagia. Tak ada duka yang mnyelimutimu. Didikan dan tauladanmu menjadi bekal hidupku yang akan selalu kukenang hingga akhir hayatku. Semoga ada generasi muda yang kelak meneruskan pengabdianmu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia ini.



Post a Comment

Terima Kasih Telah Menyempatkan Waktu Untuk Berkomentar Di Blog Ini

ttd,
Admin "Arfo Sajira"

Ahsanul Marom

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Setia

Return to top of page Copyright © Arfo Sajira | Blogger Themes by Platinum Theme and Hack Tutors Edited by Ahsanul Marom