Kisah Kelanjutan Satpam Penghina Islam dan Nabi Muhammad

NO SARA
Pada postingan lalu, kami telah infokan mengenai Satpam Rumah Sakit yang menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW. Untuk infonya selengkapnya dapat dibaca DISINI

Karea ada permohonan dari pembaca setia kawan arfo yang menginginkan kami untuk melanjutkan bagaimana nasibnya, sehingga kami pun melanjutkan kisah "satpam biadab" ini.

Berikut info yang kami dapatkan dari situs berita PAS FM Pati mengeni FRANS JOHAN ARIFIN
Munculnya status yang berisi penistaan  terhadap suatu agama, oleh seseorang melalui jejaring sosial, langsung mendapat tanggapan serius Polres Pati. Polisi pun langsung mengamankan seorang pengunggahnya, berdasarkan identitas diakun jejaring sosial tersebut.

Status atau kata-kata yang diunggah pengguna akun jejaring sosial frans johan arifin, beberapa hari lalu sempat menjadi pembicaraan banyak orang. Karena diakun jejaring sosial itu, tertulis kata-kata provokatif penistaan terhadap  agama.


Kapolres Pati, AKBP Bernard Sibarani SIK saat diwawancara PAS Pati mengatakan, pihaknya langsung menindak lanjuti permasalahan tersebut.  Setelah mendapatkan identitas yang tertera di akun jejaring sosial itu, Polisi langsung menjemput seseorang dari tempat kerjanya untuk dimintai keterangannya.

“Sudah kita periksa, sudah kita interograsi. Dan waktu diinterograsi, accountnya dibuka masih jalan nada-nada penghinaan itu masih jalan. Nah ketika dibuka, ternyata nada-nada hinaan itu masih terus jalan, tanpa dikerjakan. Berarti ini ada orang yang memainkan. Dan orang yang memainkan ini yang akan kita cari,” jelasnya.

Karena namanya dibajak seseorang untuk melakukan penistaan terhadap agama tertentu, kata Kapolres AKBP Bernard Sibarani, pemilik akun frans johan arifin pada saat itu juga, langsung membuat laporan   atas pembajakan akun miliknya.

"Terus kita sudah hubungi pihak-pihak ormas untuk memberikan penjelasan kepada masyarakatnya  agar tidak terpancing  dan terprovokasi dengan kegiatan tersebut. Jadi kita juga kasihan dengan pemilik frans johan arifin yang justru menjadi korban kejahatan internet,” katanya.

Kapolres Pati, AKBP Bernard Sibarani SIK menambahkan, untuk mengungkap pembajak (hacker) akun jejaring sosial  yang telah mengunggah nada provokatif, Mabes Polri akan melakukan penyelidikan intensif, karena  kejahatan itu  menggunakan  teknologi informatika.
 
Setelah Polres Pati menangani perkara ini, akun jejaring sosial tersebut, sudah tidak dapat diakses lagi, dengan keterangan, This attachment may have been removed or the person who shared it may not have permission to share it with you.
Tambahan:
Info lain menyebutkan bahwa sebenarnya FRANS JOHAN ARIFIN bernama asli FRANSISCUS XAVERIUS, seorang warga Flores, NTT yang berkeja menjadi satpam di RS Keluarga Sehat atau sering disebut KSH.

2 komentar:

  1. Owh ternyata begitu yah, tapi kebenarannya belum jelas, bisa jadi si fransiscus juga terlibat, yah berkomplot gitu...thanks infonya

    BalasHapus
  2. @Muro'i El-Barezy sekarang kasusnya tengah ditangani Polres Pati sob,

    Tambahan:
    Fransisces Xaverius telah melayangkan surat pengunduran diri dari KSH

    BalasHapus

Nggak usah sungkan buat nanya atau nulis disini, selaw aja.
Jangan lupa klik iklannya juga ya, buat support kami :)))