Melepas Penat Di Kota Kebudayaan yang Nyaman, Berkesan, dan Dirindukan

Ing stasiun balapan
Kutha Solo sing dadi kenangan
kuwe karo aku
....
Petikan lagu "Stasiun Balapan" yang disenandungkan oleh Didi Kempot mengingatkan kita mengenai satu kota yang terkenal dengan kebudayaannya yang masih kental, tak lekang dimakan sang waktu. Ya, apalagi jika bukan Solo.

Solo adalah sebuah kota yang terletak di tengah provinsi Jawa Tengah, atau secara astronomis tepatnya pada 110 45` 15" - 110 45` 35" BT dan 70` 36" - 70` 56" LS. Dengan mengandalkan tingkat kebudayaan yang masih khasnya, menjadikan Solo sebagai salah satu kota budaya Indonesia sekaligus menjadi ikon budaya Jawa Tengah. Memang, di Solo tak jarang kita menemui apapun yang berbau budaya, misalnya saja batik solo yang menjadi warisan dunia. Selain itu measih banyak sekali kebudayaan yang dapat kita temui di kota yang berbatas langsung dengan kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar di sebelah timur, Kabupaten Sukoharjo di sebelah barat dan selatan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpjYCiF7AqfvzdZhuwd5xsoagIHTJCLCTw4X5m1xiuWVJJXtFvn_zAorbnELPSTwIMDHdYcwadFmmX42FMTPzZf67Bm-1akcx9x_o9mnPEwPenO3qpgiQpngvEVxtBu4pWS9axiB7CBvA/s320/ZzZz+Sugeng+Rawuh.jpg

Selain terkenal dengan kebudayaannya, Solo juga terkenal dengan keramahan terhadap sesama dan terhadap lingkungan. Memang sudah tak menjadi rahasia, warga solo terkenal dengan keramahannya. Sopan dan santun menjadi ciri khas tersendiri warga Solo, terlebih dengan pendatang. Menegur sapa dengan sesama adalah hal yang sangat sering kita jumpai di sepanjang jalan di Kota Solo. Pun halus dalam tutur kata merupakan ciri khas tersendiri warganya, terlebih warga yang masih keturunan Kerajaan Mangkunegara dan Kerajaan Surakarta.

Warga solo juga terkenal antusias dalam menjaga kebersihan dan kesegaran lingkungan. Hal itu terbukti dengan adanya citywalk yang memuliakan para pejalan kaki dan bikers (pengguna sepeda) di Solo, terlebih di sepanjang Jalan Slamet Riyadi sepanjang 6-7 km dengan lebar 3 m, di koridor Ngarsopuro dan juga di sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan.

http://pasargedhe.files.wordpress.com/2012/07/citywalk2tk1.jpg
Citywalk di Kota Solo

Selain hal tersebut, Kota Solo juga terkenal dengan tempat wisatanya yang begitu melimpah dan mempesona. Bahkan hampir semua destinasi wisata dapat dengan mudah dikunjungi saat mengunjungi Kota Solo. Mulai dari tempat wisata sejarah, candi, monumen, budaya, wisata religi, wisata keluarga, hingga wisata belanja yang akan memuaskan diri dan melepaskan penat bergulat dengan pekerjaan selama seminggu penuh.

Beberapa tempat wisata tersebut, diantaranya:

Keraton Surakarta Hadiningrat

http://wisataraya.com/gbr/Keraton-Surakarta-Hadiningrat-Foto3.jpg


Anda ingin mengenal seluk beluk Kota Solo, disinilah tempatnya. Keraton Surakarta Hadiningrat adalah istana kasunanan surakarta yang didirikan Susuhanan Pakubuwono II pada tahun 1744. Kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kasunanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur bangunan istana Jawa tradisional yang terbaik.

Keraton Surakarta Hadiningrat ini terbagi atas beberapa kompleks, yakni: Kompleks Alun-alun Lor/Utara, Kompleks Sasana Sumewa dan Kompleks Sitihinggil Lor/Utara, Kompleks Kamandungan Lor/Utara, Kompleks Sri Manganti, Kompleks Kedhaton, Kompleks Kamagangan, Kompleks Srimanganti Kidul/Selatan dan Kemandungan Kidul/Selatan, serta Kompleks Sitihinggil Kidul dan Alun-alun Kidul.

  • Kompleks Alun-alun Lor
Kompleks ini meliputi Gladhag (kini dikenal dengan perempatan Gladhag di Jalan Slamet Riyadi Surakarta, yang pada zaman dulu digunakan sebagai tempat mengikat binatang buruan yang ditangkap dari hutan), Alun-alun utara (merupakan tempat untuk melaksanakan upacara kerajaan dan bertemunya raja dan rakyatnya) yang dibagian tengah terdapat dua bohon beringin raksasa yang diberi nama Dewodaru dan Jayadaru, dan Masjid Agung Surakarta yang didirikan oleh Susuhanan Pakubuwono III.

  • Kompleks Sasana Sumewa dan kompleks Sitihinggil Lor/Utara
Sasana Sumewa adalah bagian utama dari di Keraton Surakarta. Pada zamannya dulu, Sasana Sumewa digunakan untuk mengahdap para punggawa keraton. Di bagian ini terdapat meriam yang diantaranya diberi nama Kyai Pancawura atau Kyai Sapu Jagad.

Sitihinggil adalah suatu kompleks yang lebih tinggi dari sekitarnya. Kompleks ini memiliki dua gerbang, satu disebelah utara yang disebut dengan Kori Wijil dan satu disebelah selatan yang disebut dengan Kori Renteng. Pada tangga Sitihinggil sebelah utara terdapat sebuah batu yang digunakan sebagai tempat pemenggalan kepala Trunajaya yang disebut dengan Selo Pamecat. Bagian utama kompleks ini adalah Sasana Sewayana yang digunakan para pembesar dalam menghadiri upacara kerajaan. Terdapat pula Bangsal Manguntur Tangkil, tempat tahta Susuhunan, dan Bangsal Witono, tempat persemayaman Pusaka Kebesaran Kerajaan selama berlangsungnya upacara.

  • Kompleks Kemandungan Lor
Di kompleks ini terdapat pintu gerbang masuk dari arah utara yang diberi nama Kori Gapit atau Kori Brajanala. Di sisi barat dan timur dari Kori Brajanala sebelah dalam terdapat Bangsal Wisomarto tempat jaga pengawal istana. di timur gerbang ini terdapat menara lonceng. Di tengah-tengah kompleks ini hanya terdapat halaman kosong.

  • Kompleks Sri Manganti
Untuk memasuki kompleks ini dari sisi utara harus melalui sebuah pintu gerbang yang disebut dengan Kori Kamandungan. Di depan sisi kanan dan kiri gerbang yang bernuansa warna biru dan putih ini terdapat dua arca. Di sisi kanan dan kiri pintu besar ini terdapat cermin besar dan diatasnya terdapat suatu hiasan yang terdiri dari senjata dan bendera yang ditengahnya terdapat lambang kerajaan. Hiasan ini disebut dengan Bendero Gulo Klopo. Di halaman Sri Manganti terdapat dua bangunan utama yaitu Bangsal Smarakatha disebelah barat dan Bangsal Marcukundha di sebelah timur.

Di sisi barat daya Bangsal Marcukundha terdapat sebuah menara bersegi delapan yang disebut dengan Panggung Sangga Buwana. Menara yang memiliki tinggi sekitar tiga puluhan meter ini sebenarnya terletak di dua halaman sekaligus, halaman Sri Manganti dan halaman Kedhaton. Namun demikian pintu utamanya terletak di halaman Kedhaton.

  • Kompleks Kedhaton
Kori Sri Manganti atau Kori Ageng menjadi pintu untuk memasuki kompleks Kedhaton dari utara. Bagian kanan dan kiri pintu ini memiliki cermin dan sebuah ragam hias diatas pintu. Halaman Kedhaton dialasi dengan pasir hitam dari pantai selatan dan ditumbuhi oleh berbagai pohon langka antara lain 76 batang pohon Sawo KecikSelain itu halaman ini juga dihiasi dengan patung-patung bergaya eropa. Kompleks ini memiliki bangunan utama diantaranya adalah Sasana Sewaka, nDalem Ageng Prabasuyasa, Sasana Handrawina, dan Panggung Sangga Buwana.

Sasana Sewaka aslinya merupakan bangunan peninggalan pendapa istana KartasuraDi bangunan ini pula Susuhunan bertahta dalam upacara-upacara kebesaran kerajaan seperti garebeg dan ulang tahun raja. Di sebelah barat Sasana ini terdapat Sasana Parasdya, sebuah peringgitan. Di sebelah barat Sasana Parasdya terdapat nDalem Ageng Prabasuyasa. Tempat ini merupakan bangunan inti dan terpenting dari seluruh Keraton Surakarta Hadiningrat. Di tempat inilah disemayamkan pusaka-pusaka dan juga tahta raja yang menjadi simbol kerajaan. Di lokasi ini pula seorang raja bersumpah ketika mulai bertahta sebelum upacara pemahkotaan dihadapan khalayak di Sitihinggil utara. Bangunan berikutnya adalah Sasana Handrawina. Tempat ini digunakan sebagai tempat perjamuan makan resmi kerajaan. Kini bangunan ini biasa digunakan sebagi tempat seminar maupun gala dinner tamu asing yang datang ke kota Solo. Bangunan utama lainnya adalah Panggung Sangga Buwana.

  • Kompleks Magangan, dan Sri Manganti, Kemandungan, serta Sitihinggil Kidul
Di tempat ini terdapat sebuah pendapa di tengah-tengah halaman. Dua kompleks berikutnya, Sri Manganti Kidul/Selatan dan Kemandungan Kidul/Selatan hanyalah berupa halaman yang digunakan saat upacara pemakaman raja maupun permaisuri. Kompleks terakhir, Sitihinggil kidul termasuk alun-alun kidul, memiliki sebuah bangunan kecil. Kini kompleks ini digunakan untuk memelihara pusaka keraton yang berupa kerbau albino yang disebut dengan Kyai Slamet.

Keraton Surakarta Hadiningrat memang sangat luas. Namun, anda tak perlu khawatir tersesat karena ada abdi dalem yang akan memandu anda selama berada di kawasan Keraton. Mulai dari menjelaskan sejarah keraton hingga peraturan yang berlaku dalam Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pada tanggal tertentu dalam setahun, anda akan menyaksikan Royal Palace Art Festival yang menyuguhkan karya seni keraton.


Museum Batik Danar Hadi

http://yogyakarta.panduanwisata.com/files/2012/05/museum-dh.jpg

Bagi anda pecinta batik, disinal anda dapat menemukan koleksi batik dari kurun waktu terdahulu hingga sekarang. Museum ini menyimpan koleksi kain batik yang mencapai 10,000 helai dan diakui oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Kain batik yang dipajang di museum ini berasal dari periode dan pengaruh kultur serta lingkungan yang berbeda-beda. Salah satu koleksi terpenting di museum ini adalah koleksi batik belanda, yaitu batik yang dipengaruhi oleh budaya Eropa dan dibuat oleh orang-orang Belanda yang menetap di Indonesia pada zaman kolonial.

http://www.houseofdanarhadi.com/images/r141.jpg
http://yogyakarta.panduanwisata.com/files/2012/05/danar-hadi.jpg


Kampung Wisata Batik Laweyan 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwwF6PFxuGkelD0Bx1dfufGcBNUkGl1rrQQFScECjK_ZE_Akg2wWWaOeid1PsPO_tjl-y7-P_s2p6VAW_wg0xiqJSaUsYEQ7S5hDql6rZ41dCEydbZ30Y63om3o44LxD00zxYQCHQ4/s1600/100_5386.JPG

Anda ingin mengenal batik lebih dalam, Kampung Wisata Batik Laweyan adalah tempat yang cocok. Memasuki kampung Laweyan ini, kita akan disuguhi pemandangan unik. Hampir seluruh rumah di Kampung Laweyan ini merangkap sebagai rumah produksi sekaligus showroom batik beraksitektur asli Jawa yang menawarkan batik yang beraneka ragam dan varian. Mulai dari batik kuno hingga batik modern. Mulai dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah dapat anda dapatkan disini. Namun, yang menjadi khas di Layewan ini adalah kain batik dengan motif Tirto Tejo dan Truntum.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX_XAcniOviBite2R2icYvCf-9uKsoeIRrAA3bdjfaEZ3Ha7kzY0v2wsqM03HtY0KkLGSCAU8aeDP7jhP4wwaroZIR5Xbiha7kyA1peUqq-VXKOwmo0J25b-X8pIg614KmoyQvyh-Wdsk/s320/Kampung+batik+laweyan+solo.jpg

Tak hanya melihat batik yang sudah jadi dan terpampang di showroom, anda juga dapat melihat langsung proses pembuatan batik yang ditawarkan oleh penduduk Kampung Laweyan. Beberapa dari mereka juga mnawarkan untuk mencoba membuat batik tulis sendiri. Waw, terbayang bukan sensasi memakai batik buatan sendiri? Tenang, anda tak perlu khawatir salah, karena pemandu sekaligus pemilik rumah produksi akan setia mengajari anda.

http://content.rajakamar.com/wp-content/uploads/2013/08/batik-laweyan.jpg



Pasar Klewer

http://www.medogh.com/blog/wp-content/uploads/2012/05/pasar-klewer-solo.jpg

Disinilah suraganya para pecinta batik. Karena di sini, anda dapat menemukan pusat grosir dan sentral batik terbesar di Kota Solo. Nama "Klewer" sendiri diambil dari kebiasaan para pedagang batik yang menjajakan barang dagangannya dengan berjuntaian atau dengan Bahasa Jawa disebut "Nglewer". Di sini pula anda akan disuguhkan batik sejauh mata memandang. Mulai dari batik Solo, batik Banyumas, batik Pekalongan, batik Madura, batik Yogyakarta, batik Cirebon dan motif batik seantero Nusantara dapat anda temui di sini. Mulai dari jenis kebaya, kain, baju resmi, hingga kaos batik, daster, blouse cantik dan pakaian anak-anak dapat pula anda temukan di sini. Untuk masalah harga, Pasar Klewer menawarkan harga yang lebih murah daripada batik di butik-butik lain. Namun, dengan syarat, anda harus pandai menawar barang yang ingin anda beli. Setelah lelah berkeliling pasar, anda dapat mampir ke warung yang terdapat di samping pasar. Bebaragai warung makanan dan minuman khas Solo siap menyambut anda dan memanjakan lidah anda.
http://yogyakarta.panduanwisata.com/files/2012/05/belanja-pasar-klewer.jpg


Pasar Gedhe Hardjonagoro

http://wisatafavorit.files.wordpress.com/2013/01/pasar-gede-surakarta-solo.jpg

Pasar Gedhe Hardjonagoro lebih dikenal dengan Pasar Gedhe Solo. "Gedhe" sendiri artinya besar. Memang pasar ini adalah pasar terbesar di kota Solo. Sebenarnya tak ada yang berbeda funsi Pasar Gedhe ini dengan pasar lain, yakni tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk malakukan transaksi jual-beli. Namun, jika diperhatikan lebih detil, pasar ini adalah pasar yang unik. Bangunan pasar ini khususnya. Bangunan Pasar Gedhe menganut gaya arsitektur Jawa dan Belanda. Selain itu, karena pasar ini terletak di kawasan pecinan, maka jangan heran jika disekitar pasar adalah bangunan khas negeri tirai bambu. Maka dengan demikian, ketika kita mengunjungi pasar ini atau hanya sekadar singgah, kita akan menemukan akulturasi tiga budaya dalam wujud bangunan sekaligus, yakni Jawa, Belanda, dan China.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRLu4cxTB88FIXmmMig85g7z3ao6t0YFHhezZP4IttmbQuro-k22Sug1aw3xLqfSA2yxxALl5ZAvftTWNb0Z0ihsWwInbX7HVBev7QVG5YOTGNhFDruh5o8Z3NUo-Qx4B6iXTE1U7PMuo/s1600/new-6_resize.jpg

Pasar Barang Antik Triwindu

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrmCEkc7qSxS9EBQVVdGp25eH1xTjFK36nMDUH1FsteCiL85SCnMaoI-e3tKGNOnIngs7-n2evUZPJJcGMKbiXOzHv3jROQBmB4BKOTmRi8Y0Zs0HphaExfRUU6BshYoZQnFfSd15Fy2IL/s1600/DSC_3385.JPG

Pasar Barang Antik Triwindu atau yang lebih dikenal Pasar Windujenar merupakan surganya para pencinta barang antik. Suasana antik dan klasik sudah mulai terasa saat memasuki kompleks pasar ini, karena Anda akan disambut sepasang patung pria dan wanita yang duduk dengan posisi bersila. Ketika berada di dalam pasar, menelusuri setiap lorong, Anda akan disuguhi berbagai barang antik dari masa lalu. Barang-barang antik tersebut memiliki nilai seni tinggi, bentuk yang unik, kegunaannya yang tidak biasa, nilai budaya, serta latar belakang sejarah dan layak untuk dikagumi.

http://cdn.sindonews.com/dynamic/photos/2013/02/08/1869/7023_large.jpg?w=800

Barang antik yang dijual di pasar ini pun beragam, mulai dari barang antik yang terbuat dari emas, perak, keramik, kayu, hingga anting dan cincin antik pun dapat anda temukan di sini. Tak hanya itu, pajangan meja kuno, buku tua, batik kuno, uang kuno, lukisan tua, sepeda kuno, alat elektronik tua, dan barang-barang etnik dari masa lalu dapat anda temui pula di sini.

Uniknya, di Pasar Barang Antik Triwindu masih dikenal sistem bertukar barang atau yang disebut barter. Anda dapat menukarkan barang antik anda dengan barang antik yang ingin anda beli.


Taman Sriwedari

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWtGZLYpvCYapS7Zn_d4lvlfryj9kugVdkYFRwNhB_NID5Uoy6mLIuyJYtdsvKZJlTqoIUdGdmE33OkcqOQVrxX1MNs4zCTdCS7UwHH4zqkkP-a43pAmtQUt88g9d274s8kY_mD6sQO-M/s1600/DSC08772.JPG

Dahulu kala, Taman Sriwedari ini adalah tempat dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan Kasunanan Surakarta, terinspirasi mitos mengenai keberadaan taman di surga. Zaman semakin berlalu, kini Taman Sriwedari dapat dinikmati khalayak umum. Anda dapat menghangatkan suasana bersama keluarga di sini. Selain itu, anda juga dapat menikmati fasilitas hiburan, baik untuk orang tua, remaja, maupun anak-anak.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNIlu0IhrEWoUoydr-H0fV88qxshL-Ysn9QVb_v2miBjkBoLKedXt50VDKW-Z1EXjaCxoSNmNKvuc-6yG4zvzTTGW7TpU6AYszBHigT1CgyfJO2GONKsJj6zWgf_2JV0CUTQuJJogdSBQ/s1600/taman+sriwedari.jpg
Di dalam kompleks Taman Sriwedari, terdapat sebuah gedung yang menyajikan sebuah pertunjukan atraksi wayang orang. Gedung ini biasa disebut Gedung wayang Orang (GWO). Tempat ini menyajikan seni pertunjukan wayang orang yang menyajikan cerita wayang berdasarkan pada cerita Ramayana dan Mahabarata. Jika anda beruntung, pada kesempatan tertentu juga digelar cerita-cerita wayang orang gabungan antara wayang orang sriwedari dengan wayang orang RRI Surakarta. Selain itu,ada pula gabungan dengan seniman-seniman wayang orang Jakarta, Semarang, ataupun Surabaya.
http://www.travellers.web.id/wp-content/uploads/2012/08/Gedung-Wayang-Orang-Taman-Sriwedari-Solo-Jawa-Tengah-Indonesia.jpg 

Selain GWO, ada juga Gedung Kesenian Sriwedari yang menyajikan seni daerah Jawa berupa lukisan yang dilukis oleh seniman Solo. Ada juga toko buku Sriwedari di belakang taman yang menyediakan macam-macam buku, mulai buku berbahasa Indonesia, Jawa kuno, hingga berbahasa Belanda. Untuk tiket masuknya terbilang sangat murah, hanya sebesar Rp 3.000,- anda sudah dapat menikmati fasilitas yang ada di Taman Sriwedari ini.

Taman Tirtonadi

http://static.panoramio.com/photos/large/9557272.jpg

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar taman yang satu ini? Kumuh, kotor, tak terawat? Ya, itu dulu. Memang dulu Taman Tirtinadi ini adalah kawasan kumuh tempat berjualan para PKL. Namun, oleh walikota Solo terdahulu, Joko Widodo, taman yang terletak tepat di depan Terminal Tirtonadi Solo ini beralih fungsi menjadi taman hijau dan ruang publik. Di sini anda dapat menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, ataupun sahabat untuk bersantai bersama sembari menghirup udara segar dari pepohonan yang tumbuh subur di taman. Selain itu, suara gemercik aliran air dari Kali (sungai) Anyar akan menambah suasana segar Taman Tirtonadi ini. Menurut rencana, nantinya sungai yang bersebelahan dengan taman ini, Kali Anyar, akan di bendung, dan akan dilengkapi dengan fasilitas perahu dan jetski, sehingga menambah keceriaan apabila berkunjung, menikmati keindahan dan kesejukan Taman Tirtonadi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgilXteqhHI3DTvd1iEsrQBNVY_Fvfug5IGTIclRl8_uaI6wjeoVDsr8Nb9E2gePO2cWIZcjOddmsyKuiGxRixW2ezqteISonc2vnmdN1t7zaHGk8EZdbA2qFiwxI836nmHENvoKdwYabZT/s400/kalianyar1jf8.jpg

Bengawan Solo

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7d/Bojonegoro_bengawan_solo.jpg

Bengawan Solo...
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi...
Perhatian insani
Mendengar Bengawan Solo, tentunya kita akan teringat lagu keroncong Bengawan Solo yang disenandungkan oleh Alm. Gesang. Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Banyak kota yang dialiri oleh Bengawan Solo ini, yakni; Solo, Wonogiri, Pacitan, Sukoharjo, Klaten, Sragen, Ngawi, Blora, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan bermuara di daerah Gresik. Di sini kita bisa menyaksikan aktivitas penduduk Kampung Sewu-Jurug yang berlalu lalang menyeberang sungai Bengawan Solo guna melaksanakan kegiatan lain. Di sini kita juga bisa melihat langsung dan ikut serta menangkap ikan atau pun memancing ikan bersama nelayan setempat.

Bengawan Solo ini dapat dikatan sungai yang berjasa. Pada tahun 2002, saat terjadi musim penghujan, debit air Bengawan Solo cukup tinggi. Di saat yang sama, Pesawat Garuda Indonesia bernomer penerbangan 421 tiba-tiba masuk ke dalam awan badai dan hujan yang menyebabkan mesin pesawat mati seketika. Pilot mau tak mau harus melakukan pendaratan darurat. Mendadak pilot melihat aliran sungai Bengawan Solo yang deras, lekas mengarahkan pesawat terbang ke sana. Alhasil, seluruh penumpang yang berjumpah 54 orang selamat dalam pendaratan darurat di atas permukaan sungai Bengawan Solo.

Apabila kita datang di saat yang tepat, kita juga bisa menyaksikan BENGAWAN SOLO GETHEK FESTIVAL dan GUNUNGAN CHARITY BOAT RACE yang tentunya sangat meriah dan langka anda temukan. Bisa jadi hanya di sini anda menemukannya.


Solo Batik Carnival

http://desianasartika.files.wordpress.com/2012/06/solo-batik-carnival3.jpg

Inilah yang paling dinanti oleh wisatawan lokal maupun mancanegara ketika mengunjungi Solo. Ya, acara yang digelar setahun sekali setiap bulan Juni ini adalah acara yang paling dinantikan. Solo Batik Carnival (SBC) adalah karnaval berbasis masyarakat yang dirancang untuk menjadi sebuah karnaval tingkat dunia. Dalam SBC, seluruh masyarakat Solo tumpah ruah memadati sepanjang jalan Slamet Riyadi untuk menyaksikan parade seni dan batik terbesar di Solo.

Dalam SBC, konsep utama karnaval adalah batik. Namun, disetiap tahunnya, panitia SBC akan memberikan tema khusus karnaval. Seperti tema pada tahun ini, 2013, SBC diusung dengan tema "Earth to Earth". Tema-tema tersebut kemudian diterjemahkan melalui kostum rancangan peserta yang unik dan kreatif. Corak batik klasik dipadukan dengan batik kontemporer dan dihiasi dengan manik-manik serta mahkota menjadikan kostum makin semarak dan berkesan. Tujuan dari Solo Batik Carnival, tak lain dan tak bukan adalah memperkenalkan batik di mata Indonesia dan di mata dunia. Selain itu, mengangkat Kota Solo sebagai kota batik.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1tCLF55ARASmJS9PfaVGtHbTi7KfTVNaw3MO7uiQFeqaeXqNlzbA4insadjQ84f_PQypK6R49FzgggcHGLiaI15dSNi5vc5eFYniH1aaJyXpzbijDGl_yn2YHlF89wACw2TnyA_FtnfRj/s1600/solo+batik+carnival.jpg
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1231679061/batik-carnaval-61.jpg 
http://atlas-dev.s3.amazonaws.com/uploads/assets/01-Batik%281%29.jpg


Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata atau destinasi yang mempunyai keunikan dan keragaman khas Kota Solo yang wajib untuk dikunjungi, seperti: Kompleks Keraton Mangkunegaran Solo, Monumen dan Museum Pers, Museum Radya Pustaka, Pasar Klithikan Notohardjo, Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Kraton Solo, Taman Satwataru Jurug, Taman Sekartaji, Museum Sangiran, Galeri ASDI, Pasar Kliwon, dan masih banyak lagi wisata di Kota Solo.

Berkunjung ke Kota Solo, tak lengkap jika tak menikmati kuliner khasnya, diantaranya:

Nasi Liwet Keprabon

http://www.tempatwisataid.com/wp-content/uploads/2013/10/nasi-liwet-keprabon.jpg

Pergi Ke Solo sungguh tak lengkap jika tak mencicipi kegurihan nasi liwet keprabon ini. Nasi liwet dibuat dari beras yang dimasak dengan santan kelapa. Mirip sekali dengan nasi uduk, hanya saja warna nasi ini putih, tak seperti nasi uduk yang mayoritas kuning. Nasi liwet disajikan dengan sayur labu siam (sayur lodeh), suwiran ayam (daging ayam dipotong kecil-kecil) dan areh (semacam bubur gurih dari kelapa). Tak hanya itu, lauk nasi ini juga bisa memilih sendiri sesuai selera pembeli. Harganya pun sangat terjangkau. Nasi liwet ini dengan mudah dapat dicicipi di warung angkringan di pinggir jalan. Nah, jangan kaget jika menemukan warung nasi liwet dengan embel-emebel "Nasi Liwet Bu .... Lemu". Entah mengapa pula kebanyakan penjual memakai nama "Lemu" (Bahasa Jawa, Indonesia: Gendut) dalam warungnya. Mungkin karena penjualnya gendut atau gimana, penulis juga belum bisa mengetahui secara pasti. Oh iya, jangan heran pula jika penjual selalu mengenakan kebaya dalam berjualan. Saat menyantap nasi liwet, kita juga akan ditemani musisi jalanan asli Solo yang menyenandungkan lagu macapat atau gendhing jawa. Semakin kental nuansa Jawa saat menyantap nasi liwet ini.
http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/05/12/204469_pedagang-nasi-liwet-di-kota-solo_663_382.JPG


Nasi Timlo

http://i831.photobucket.com/albums/zz235/sauskecap/nasi-timlo-solo.jpg

Selain nasi liwet, nasi timlo juga harus dicicipi saat berkunjung ke Kota Solo. Nasi timlo dibuat dari campuran nasi, Soun (mie putih), suwiran daging ayam, sosis solo, dan telur yang telah dikecapi. Pada dasarnya nasi timlo hampir sama dengan soto. Namun, yang membedakannya nasi timlo tidak menggunakan sayuran yang dicincang. Selain itu nasi timlo juga menggunakan telur kecap yang rasanya manis, sementara soto jarang menggunakan telur (jika menggunakan telur, hanya telur rebus). Tapi, yang paling membedakan adalah sosis Solo yang bisa jadi hanya akan anda jumpai dan rasakan di Solo.


Nasi Gudeg Solo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzpDkdeo_zcnWFLRO0mxDvfctOVCAW7N8gR04Zbu6E2wrhIJ2fGN3KKp-K9kiIEFC7Sny5-59PPVX4QuHwA_5r0WKggAWqpMPaf8fQHkVUAYjlocWfTsescyw6mFmpTXllD3cdnAljj5c/s1600/gudeg-solo.jpg

Mungkin anda akan berpikir, "Bukannya gudeg itu dari Jogja?" Betul, tak salah, jawaban dari pertanyaan anda adalah tepat. Memang gudeg itu berasal dari Jogjakarta. Namun, gudeg juga berasal dari Solo. Gudeg Solo serupa dengan gudeg Jogja. Tampilan fisiknya memang hampir 90% sama. Yang membedakan gudeg Solo dan gudeg Jogja adalah rasanya. Gudeg Solo terasa lebih manis daripada gudeg Jogja.


Pecel Ndeso

http://surakarta.go.id/sites/default/files/pecel-ndeso.jpg

"Ndeso" berasal dari Bahasa Jawa yang berarti "kampung/desa" dalam bahasa Indonesia. Namun, apakah pecel ndeso adalah pecel yang kampungan? Kali ini jawabannya tidak. Karena pecel yang satu ini sangat unik. Pecel ndeso khas Solo ini berisi racikan beberapa sayuran yang disiram bumbu wijen, disuap dengan nasi merah dan ayam goreng, dan disajikan bersama kerupuk gendar yang gurih, akan membuat cita rasa pecel ini pedas dan gurih bercampur menjadi satu. Anda akan ketagihan mencicipi pecel yang satu ini.


Cabuk Rambak

http://blog.kliktoday.com/wp-content/uploads/cabuk-rambak.jpg

Namanya terdengar unik memang. Cabuk rambak adalah makanan khas Solo berbahan ketupat yang disiram dengan bumbu wijen yang telah dicampur kemiri dan kelapa parut, serta ditambah beberapa potong karak (sejenis kerupuk yang terbuat dari nasi kering dan bleng) dan dibungkus dengan cara pincuk (membungkus dengan daun pisang yang dilipat dan dikencangkan dengan lidi).


Bestik Solo

http://www.pesonanegeri.com/wp-content/gallery/pesona_kuliner_solo/solo_harjo_bestik_ayam.jpg

Bestik Solo adalah makanan yang sehat, bergizi dan tentu saja menggugah selera. Bestik Solo terbuat dari sayuran dan daging sapi yang kemudian disiram kuah bestik akan membuat anda ingin mencobanya lagi dan lagi.


Bakso Solo

http://pakdearie.files.wordpress.com/2013/01/bakso2balex.jpg

Siapa yang tak kenal makanan yang satu ini? Bakso solo sudah terkenal hingga luar Solo sendiri. Sebenarnya bakso solo sama dengan bakso-bakso yang lain. Hanya saja kuah yang lebih gurih akan membedakan bakso solo ini ketika anda mencicipinya.


Serabi Solo

http://www.aztama.com/images/news/Serabi%20Solo.jpg

Serabi Solo adalah salah satu makanan ringan yang dapat dengan mudah kita temui di Solo. Serabi solo ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan dipanaskan dalam wadah tanah liat di atas arang. Serabi ini mempunyai rasa bermacam-macam, mulai dari rasa coklat, pisang, keju, dan aneka rasa lain. Serabi solo ini cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga di rumah saat kita mengnjungi kota Solo.

Intip

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikgNcVYpfMIKjRL1f-RE69c9pY5Eim5qqvDlVndTxOVKMbGoEPPHMXS0Z4MigPzfPaBOaI0Kh5b8JC0lbwhSAiGVOWvUZTtjyEPYLr-NK8qKf-5qzvHj99f2z66nAFHVfQbTrZsfwNATA/s1600/Foto0526.jpg

Intip dalam bahasa Indonesia berarti "nasi yang telah kering". Ya, memang intip berasal dari nasi yang telah dikeringkan dan dicampur garam kemudian dibentuk seperti mangkok raksasa dan digoreng. Setelah digoreng intip akan disiram dengan cairan gula merah yang kental dan dipanaskan kembali hingga gula merah mengeras, kemudian siap untuk dihidangkan. Intip sendiri memiliki cita rasa yang bgitu unik. Gurihnya intip dan manisnya gula merah akan membuat lidah bergoyang saat mencicipinya.


Tengkleng

http://resepmasakanterbaru.com/wp-content/uploads/2012/10/tengkleng-kambing.jpg

Tengkleng adalah masakan sejenis sup dengan bahan utama daging atau jeroan atau tulang kambing. Bentuk fisik dari dari tengkleng hampir mirip dengan gulai kambing, hanya saja kuah tengkleng lebih encer.


Bakpia Balong

http://images02.olx.co.id/ui/19/07/25/1371020916_519080225_2-Bakpia-Balong-Sumber-Rejeki-Solo-Surakarta.jpg

Bakpia balong adalah makanan ringan khas Solo. Bakpia balong ini mempunyai bentuk yang hampir sama dengan bakpia pathuk khas Jogjakarta. Namun, bakpia balong mempunyai ukuran yang lebih besar daripada bakpia pathuk, sehingga anda tidak bisa melahapnya sekali habis seperti melahap bakpia pathuk. Bakpia balong ini disediakan dalam beberapa varian rasa, seperti bakpia rasa coklat, kacang hijau, daging, dan masih banyak lagi. Bakpia balong ini pantas untuk dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke Kota Solo.


Sate Buntel

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQKFxuXjJwh25Py21vI6_cuEzzlm3l4EjS-XXpSXOw-n8Un790vbA

Sate buntel adalah sejenis sate dari daging kambing. Berbeda dengan sate pada umumnya yang dipotong kecil-kecil dan ditusukkan pada tusuk sate, sate buntel ini dibuat dengan menghaluskan daging kemudian mengepal-kepalkan pada tusuk sate yang lebih tebal daripada umumnya, sehingga bentuknya menyerupai pukulan bedug. Kemudian, sate ini di"buntel" (dibungkus) dengan lemak kambing dan kemudian dibakar.


Sate Kere

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOY7_nur4Xzd1IeFC0xqENAh8vciCVTUlwZ8DDrQFWaK3zK-fh0uVpKpDukF8yoMQ9Rzuf12tzUQpmav14pIHjRpkLFx-xQTD6aVBiunmS7F77bQts9yfJyNa0udxIDmiw7961PIRQYB5o/s1600/sate_mabh_yem.jpg

Kere adalah Bahasa Jawa atau dalam Bahasa Indonesia berarti gelandangan. Namun bukan berarti sate kere adalah sate gelandangan atau sate untuk gelandangan. Bukan. Justru sate kere adalah sate yang unik. Bagi anda yang tidak menyukai daging tapi ingin makan sate, mungkin sate kere solusinya. Sate kere tidak terbuat dari daging ayam atau kambing, tapi berbahan tempe gembus (tempe yang berbahan dasar ampas tahu) yang disajikan layaknya sate dari daging. Harga sate kere ini pun cukup murah, hanya Rp 750/tusuk satenya.


Wedang Asle

http://kuliner.panduanwisata.com/files/2013/01/wedang-asle.jpg

Wedang yang satu ini adalah sajian minuman yang unik. Wedang Asle terbuat dari racikan antara santan sebagai kuah, dengan ditambahkan agar-agar, gula pasir, dan roti tawar. Wedang Asle ini dapat disajikan dalam keadaan panas maupun dingin.


Wedang Dawet Gempol Pleret

http://www.lintangbuanatours.com/images/stories/dawet_gempol-pleret.jpg

Wedang yang satu memiliki nama yang cukup unik. Terbuat dari gempol yang terbuat dari sejenis tepung beras, dan pleret terbuat dari ketan dan gula merah dicampur dengan santan akan menyegarkan hari anda.


Jamu Beras Kencur

Jamu, terkenal dengan rasa pahit dan tak mengenakkan. Namun, berbeda dengan jamu beras kencur khas solo yang rasanya justru manis. Selain manis, jamu ini juga sangat berkhasiat untuk kesehatan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrPfTyGkYHTDWCcppNUwFG520BqsR3ShjCgcXlksd2N1VSiD_X6p78Im0NZ6git8mAMFFFwYglXPAM8CUJkTEMoy8rw1FAMg71ADDPG81KnKRqAnUHfWhpzzUbwylmR2Tattyg49Ri667I/s320/beras+kecur.JPG


Uniknya semua makanan dan minuman ini dapat anda temukan hampir di warung angkringan dan lesehan ataupun rumah makan hingga toko pusat oleh-oleh yang berdiri di setiap pinggir jalan di Kota Solo.

Bagaimana? Anda tertarik untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga di Kota Solo ini? Oh iya, kami sertakan pula kalender event festival Solo 2014.

Calendar of Cultural Event Surakarta 2014


PESTA BUDAYA AKHIR DAN AWAL TAHUN
31 Desember 2013 - 1 Januari 2014
Venue: Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo

KETOPRAK FESTIVAL
14-15 February 2014
Venue: Gedung Kesenian, Balekambang Park Solo

SOLO CARNIVAL
15 February 2014
Venue: Jalan Slamet Riyadi, Solo

GUNUNGAN CHARITY BOAT RACE
23 February 2014
Venue: Sungai Bengawan Solo

BENGAWAN SOLO TRAVEL MART
26-27 April 2014
Venue: Various hotels in Solo

SOLO DANCES
27 April 2014
Venue: Jalan Slamet Riyadi Solo

MANGKUNEGARAN PERFORMING ARTS
9-10 May 2014
Venue: Pura Mangkunegaran Palace

ROYAL PALACE ART FESTIVAL
11-12 June 2014
Venue: Keraton Kasunanan Surakarta

SOLO BATIK CARNIVAL
28 June 2014
Venue: Jalan Slamet Riyadi Solo

SOLO BATIK FASHION
11-13 July 2014
Venue: Surakarta City Hall (Balaikota)

WAYANG ORANG GABUNGAN FESTIVAL
17-20 July 2014
Venue: GWO Sriwedari Park Solo

SOLO KERONCONG FESTIVAL
12-13 September 2014
Venue: Ngarsopuro / Sriwedari Park Solo

SOLO CITY JAZZ
19-20 September 2014
Venue: Ngarsopuro / Sriwedari Park Solo

SOLO INTERNATIONAL PERFORMING ARTS (SIPA)
26-28 September 2014
Venue: Ngarsopuro Solo

PEKAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF
2-5 Oktober 2014
Venue: Pusat Keramaian Solo

SOLO CULINARY FESTIVAL
12-14 October 2014
Venue Galabo. Pulabo Solo

KIRAB MALAM 1 SURO
24 October 2014
Venue: Arround the walls of the Kasunanan Royal Palace, Arround the walls of the Pura Mangkunegaran, Jamasan Pusaka

BENGAWAN SOLO GETHEK FESTIVAL
10 November 2014
Venue: Sungai Bengawan Solo


Yuk, berdestinasi ke Kota Solo, Kota Budaya yang Nyaman, Berkesan, dan Dirindukan.
Jangan lupa kabari dan ajak admin saat pergi ke Solo (*abaikan kalimat terakhir*).

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS1EPOrKZp9VDTgwBSkzr3ZOUGcPKSnWXnuSE2pXXirbWTOuklOQw


^Diolah dari berbagai sumber
^Sumber gambar: google.com

0 komentar:

Posting Komentar

Nggak usah sungkan buat nanya atau nulis disini, selaw aja.
Jangan lupa klik iklannya juga ya, buat support kami :)))