Artikel Info, Saatnya Jari Berbicara

#1Hari1Ayat: Q.S. Ar-Rahman ayat 77



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 

Fabiayyi alai rabbikuma tukadzdziban(i)

Artinya:
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.S. Ar-Rahman ayat 77)

***

Ayat ini adalah ayat terbanyak yang diulang sama persis dalam Al-Quran. Sebanyak 31 kali ayat ini diulang, tepatnya pada ayat ke- 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77.
  
Lantas mengapa ayat ini diulang terus-menerus?
Sebenarnya ayat ini adalah peringatan dan teguran Allah SWT. kepada manusia. Ayat ini juga merupakan sinyal atas 3 perkara manusia.

Pertama, Lupa. Manusia sering kali melupakan Allah SWT. Di kala sehat, manusia sering kali melupakan Allah. Tapi di saat sakit, sengsara, susah, manusia terus-terus meminta ampunan Allah, berdoa dengan terus menerus. Jika sembuh, mereka lupa lagi. Karena itu Allah memberikan peringatan melalui ayat ini.

Kedua, Kufur Nikmat. Jika memperoleh sesuatu, manusia selalu berucap, "Ini semata-mata hasil kerja kerasku". Padahal semua datangnya dari Allah. Namun mengucapkan "Alhamdulillah" pun tidak. Malah terus sombong dengan mengucap, "Ini semata-mata hasil kerja kerasku sendiri. Tak ada campur tangan siapapun.". Oleh karenanya, Allah memberi teguran melalui ayat ini.

Ketiga, Berpikir. Allah SWT mengulang ayat ini agar kita berpikir bahwa semua datangnya dari Allah. Nikmat Allah yang diberikan kepada manusia amat banyak. Alam-seisinya adalah milik Allah dan diberikan secara cuma-cuma kepada manusia. Apa jadinya jika Allah memasang tarif untuk setiap udara yang kita hirup?

Note:
Menurut Imam Ja'far ash-Shadiq, “Barangsiapa yang membaca surah Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâ'i Rabbikumâ tukadzdzi bâ’, kemudian ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia meninggal, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian meninggal, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.”

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 2 Januari 2014

http://1.bp.blogspot.com/-zEmAlNYDWj4/Ur2JqnYAO8I/AAAAAAAAA40/4NWFm7OBoLY/s1600/1H1A.jpg


Post a Comment

Terima Kasih Telah Menyempatkan Waktu Untuk Berkomentar Di Blog Ini

ttd,
Admin "Arfo Sajira"

Ahsanul Marom

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Setia

Return to top of page Copyright © Arfo Sajira | Blogger Themes by Platinum Theme and Hack Tutors Edited by Ahsanul Marom