Artikel Info, Saatnya Jari Berbicara

#1Hari1Ayat: Q.S.Ibrahim ayat 7 (Syukur itu Mahal)



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Waidz ta'athdzana rabbukum lain shakartum la'aziidannakum wala'in kafartum inna 'adzabii lasyadiid(un)

Artinya:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

***

Ketika membaca ayat ini, aku teringat pada suatu sore. Sore itu aku tengah pergi ke sebuah toko. Awalnya biasa aja. Kuparkir motorku di luar, masuk, membeli barang yang kucari, selesai, bayar, keluar. Biasa memang. Monoton. Tapi justru di sinilah yang membuat hatiku bergetar.

Ketika aku keluar dari toko tersebut dan ingin pulang, aku berjalan santai menuju tempat parkir untuk mengambil kendaraan, aku melihat seorang tukang parkir yang sudah sepuh (tua/sekitar 50-60 tahun). Beliau tengah menarik sebuah motor pelanggar toko dengan tenaga yang tersisa, meniup peluit tanda memperlambat kendaraan lain. Usai, motor itu pun melaju.

Pak tukang parkir itu pun menghampiriku. ingin membantuku. Tapi karena sebelumnya aku sudah memersiapkan kendaraanku, maka bapak itu tak perlu lagi menarik motorku. Setelah itu, kukeluarkan beberapa uang kecil (biasanya tukang parkir di sini diberi imbalan Rp500/motor). Karena tak ada uang Rp500an, maka kubayarkan dengan uang Rp2000. Saat bapak itu mengeluarkan uang receh kembalian, aku menolak dengan halus. Bapak itu pun tak henti-hentinya berterima kasih. Tersenyum, berhamdalla. Di sinilh aku ingin menitikkan air mata. Kubayar dengan Rp2000 saja bapak itu sudah amat berterima kasih hingga tersenyum dan mendoakanku. Padahal uang tersebut hanya untuk membeli nasi bungkus (kucingan) tanpa minum.

Ya Allah, betapa besar rasa syukur bapak itu. Bapak itu selalu bersyukur dengan apa yang diterimanya meski tak seberapa bagi orang lain. Ya Allah, aku malu, Ya Allah. Mengapa aku jarang sekali mengucap "Alhamdulillah" kepada-Mu Ya Allah?! Aku malu dengan bapak itu. Aku Malu.

Semoga apa yang aku berikan kepada bapak itu bisa bermanfaat bagi diri dan keluarga bapak yang tak sempat kutanya namanya. Semoga bapak itu mendapatkan rejeki yang lebih besar lagi dari apa yang sekadar kubeli. Dan semoga pelajaran ini membuatku dan seluruh pembaca ini lebih bersyukur dengan segala nikmat-Mu. Aamiin

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 29 Januari 2014


Post a Comment

Terima Kasih Telah Menyempatkan Waktu Untuk Berkomentar Di Blog Ini

ttd,
Admin "Arfo Sajira"

Ahsanul Marom

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat Setia

Return to top of page Copyright © Arfo Sajira | Blogger Themes by Platinum Theme and Hack Tutors Edited by Ahsanul Marom