Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Maaf Pak Komite Sekolah, Kami Tak Butuh Anda

http://d.wapday.com:8080/animation/ccontennt/12383-l/back_to_school_building_wapday-com.gif?__sid=R6J4WIND&lang=id
Sungguh berat sebenarnya penulis menulis postingan ini. Tapi inilah curhatan penulis. Curhatan yang sebenarnya tentang anda, wahai bapak/ibu Komite Sekolah. Sebelumnya penulis ingin berterima kasih kepada bapak/ibu Komite Sekolah yang telah setia membangun sekolah bersama dengan dewan guru dan para siswa. Sebenarnya satu yang ingin penulis tanyakan kepada bapak/ibu.

Sebenarnya Apa Tugas Komite Sekolah?

Pertanyaan itu selalu muncul di benak penulis. Satu hal yang paling mendasari tumbuhnya pertanyaan tersebut adalah prestasi yang diraih komite sekolah terkesan nihil, tak ada hasilnya. Malah sebaliknya, siswalah yang sepertinya dirugikan dengan kebijakan komite sekolah itu sendiri. Mengapa penulis dapat menyimpulkan sendiri seperti itu?

  • Penulis mendengar salah satu curhatan dari seseorang (disamarkan aja kali ya), sebut saja Akar (Karena Bunga sudah terlalu mainstream). Ketika berbincang dengan Akar maslah biaya sekolah, Akar mengatakan bahwa sebelum adanya rapat tahunan dengan komite sekolah, biaya sekolah hanya Rp 200.000,00 perbulannya. Biaya sekolah itu ditentukan oleh rapat dewan guru sebagai pengganti sementara rapat tahunan yang tak kunjung dilaksanakan dan berlaku selama dua bulan. Namun, sesudah adanya rapat komite, dewan guru dan orang tua biaya itu naik 20% menjadi Rp 240.000,00 perbulan. Lekas timbul pertanyaan dari penulis. Mengapa dengan adanya komite sekolah malah manmbah beban orang tua dalam hal administrasi sekolah? Bukankah komite sekolah harus prosiswa (mendukung siswa)? 

  • Penulis mendapat informasi dari teman penulis yang lain, sebut saja Batang (ini juga nama samaran). Batang terlihat kecewa dengan hasil keputusan rapat komite tahunan. Bukan. Bukan kecewa karena usulnya tak diterima atau apa, melainkan karena menyaksikan sendiri fotokopi hasil rapat yang telah dibukukan. Dalam lembaran buku tersebut terdapat daftar penerima beasiswa miskin. Alangkah terkejutnya penulis saat diberi tahu oleh Batang jika ada oknum dari komite sekolah dan dewan guru yang mendapat bantuan itu, bebas biaya apapun selama 1 tahun (bebas 100%). Padahal orang tersebut (penerima bantuan dari golongan komite dan dewan guru) tidak tergolong orang miskin. Bahkan ketika rapat atau pergi ke sekolah pun naik mobil. Siswa tersebut juga tak tergolong sebagai anak berprestasi karena belum pernah mengikuti lomba apapun di sekolah. Di mana letak prosiswa anggota komite sekolah? Mengapa masih oknum yang berbuat seperti itu? Di mana letak hati nurani bapak/ibu selaku komite yang seharusnya prosiswa?

  • Penulis pernah membaca sendiri sebuah curhatan seseorang di facebook mengenai biaya daftar ulang siswa kelas XI dan XII. Aneh. Bukankah mereka telah menempuh pendidikan di sekolah itu selama 1-2 tahun? Mengapa harus membayar biaya daftar ulang lagi? Mereka kan sudah terdaftar sejak kelas X? Wahai bapak/ibu komite sekolah, mengapa engkau tak membela? Malah seakan mendukung daftar ulang tersebut bagi siswa yang sudah menjadi anak didikmu selama 1-2 tahun?
Jika terus-terusan seperti itu, Maaf Pak Komite Sekolah, Kami Tak Butuh Anda! Kami butuh seseorang yang membela kami, prosiswa, proguru, prosekolah. Tak pro diri sendiri. Tak mengurangi rasa hormat anda, penulis mohon dengan sangat hormat untuk mencerna curhatan penulis ini.

Terima kasih penulis ucapkan dengan seluruh rasa hormat apabila bapak/ibu komite sekolah membaca, merenungkan, dan menindaklanjuti tulisan yang tak bernilai ini. Maaf apabila penulis terlalu gamblang menuliskan ini. Sekali lagi maaf.

Maaf Pak Presiden, Saya Tidak Berselera Lagi Melihat Anda Di TV


Mohon maaf pak Presiden. Saya tidak punya selera lagi melihat TV bila Anda tampil, apalagi sembari berbicara ini-itu…. , yang menurut saya sungguh tidak bermutu.

Saya tidak sabar menunggu Anda selesai menduduki jabatan itu… dan saya mendambakan acara 17 an di Istana dipenuhi lagu-lagu perjuangan karya Ismail Marzuki dll yang layak dan sejak dulu biasa dinyanyikan dari belasan puluhan tahun lalu oleh aubade anak-anak … , bukan lagu karanganmu.

Saya juga ingin melihat seorang Ibu negara atau siapapun yang anteng-anteng mengikuti upacara 17 Agustus di tangga Istana dengan khidmad, sesuai dengan aturan protokoler yang bermartabat, bukan pecicilan foto sana-sini bagai seorang fotografer kawakan yang mendapat tempat istimewa pada acara istimewa.

Saya juga ingin sekali merasakan kerukunan beragama di negeri ini serta ketegasan pemimpin negara yang menegur keras para oknum yang berkelahi akibat penghinaan kepercayaan sana-sini.

Saya mendambakan seorang presiden yang berwibawa dan mampu mengkoordinir para pembantunya menangani urusan ekonomi negeri, sehingga harga beras tidak makin melangit, daging sapi menyusup sampai setinggi pohon kelapa karena korupsian yang tak terdeteksi sebelumnya.., urusan minyak bumi negeri ini yang tidak dicatut para makhluk yang berhati jelaga dan mata duitan…, kemiskinan yang makin melebar dan merata tak ada lagi…, urusan kejahatan narkoba yang tak ada ampun dan bukan malah dibela, ….. saya betul-betul bermimpi punya seorang presiden yang bijak, matang, tidak hobi curhat dan sangat paham mana skala prioritas yang harus dijalankannya… dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainya yang serba baik bagi negeri ini.

*Catatan Linda Djalil, mantan wartawan Gatra
sumber: KasKus.com

Indahnya Kebersamaan Dalam Kemah Bakti

http://www.scouting.org.za/clipart/fleurdelis/wosm.bmp
Tepat hari Senin - Rabu, 12 - 14 November 2012, siswa dan siswi kelas X SMA Negeri 1 Pati mengadakan kemah bakti di Bumi Perkemahan Taman Sardi, Kajar, Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Kemah bakti ini adalah acara wajib tahunan yang diselenggarakan kakak-kakak Dewan Ambalan (DA) Panglima Sudirman dan Dewi Sartika. Kakak DA ini berasal dari kelas XI yang telah memperoleh jabatan tingkat Penegak Bantara. Ambalan Panglima Sudirman adalah ambalan yang terdiri dari pramuka penegak laki-laki, sementara Dewi Sartika adalah ambalan yang terdiri dari pramuka penegak perempuan pangkalan SMAN 1 Pati.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQNP1D995r1N9FDbzHWPPS5Lv4k9LhkXk6_8FwzyXipg1K0CquwJovp62rcMI5nLFGcB87SCP7BBi7cSQWwIZwiuUh3SkYIIgD1iAl1arXcUi7OMm88PMDp1VtKNX7qDlqOYPav8hBqexq/s1600/Pramuka.jpg
Mengusung tema "Satya Dharma Bhakti Muda Mandiri Jaya" yang berarti ajang untuk berlatih mandiri, disiplin dan kreatif, acara tersebut sukses dilaksanakan walaupun hujan sempat menggagalkan sebagian acara.

Pada hari pertama sebelum berangkat, kami menerima pengarahan singkat dari Bapak Suparno Hadi P. selaku kakak kamabigus 18.01.1-2. Setelah itu, kira-kira pukul 8.30 kami berangkat meninggalkan pangkalan SMA N 1 Pati menuju bumi perkemahan (bumper) menggunakan 6 bus dan 3 truk. Setelah sampai disana kami pun segera mendirikan tenda di kapling yang telah ditentukan. Disini kerja sama satu kelompok pun dimulai. Pendirian tenda terkendala dengan tanah yang terkesan sempit.

Setelah tenda berdiri dengan sempurna, kami pun ishoma sembari beradaptasi dengan bumper. Setelah itu, upacara pembukaan pun dimulai dengan pemecahan kendi minum oleh kepala sekolah sebagai tanda kemah bakti telah dimulai. Sayang, setelah upacara pembukaan usai, tidak lama hujan pun turun dengan derasnya, semua sangga (kelompok) dengan kompaknya telah berusaha bertahan agar tenda tidak basah. Namun, mayoritas usaha tersebut gagal, alhasil beberapa kelompok harus diungsikan ke tempat teduh karena tenda tidak berfungsi.

Malam hari pun yang seharusnya adalah acara penting api unggun terpaksa ditunda karena hujan tidak kunjung reda. Mimpi indah pun akhirnya dimulai dengan ditemani suara hujan dan angin yang dingin.

Hari kedua tiba, hari ini adalah hari sibuk dimana semua acara dilaksanakan hari ini, kami pun diharuskan bangun jam 3 pagi untuk mengikuti renungan fajar. Tak ada penerangan dalam acara ini. Yang ada hanyalah suara kakak DA yang memberikan renungan. Setelah renungan fajar, kami pun melakukan ishoma sembari memperbaiki tenda yang semalam tak berfungsi dan persiapan hiking dan lomba masak. Peserta hiking adalah seluruh kelompok kecuali 2 orang sebagai perwakilan lomba masak. Hiking dan lomba masak pun dimulai.

Setelah acara tersebut usai, acara lain telah menunggu, yaitu games susun menara. Setelah games, beberapa perwakilan kelas mengadakan baksos kepada warga sekitar. Baksos yang diberikan berupa mie instan.

Malam mulai menjelang, kami pun persiapan untuk melakukan upacara api unggun yang sempat tertunda karena hujan. Upacara api unggun pun berjalan sukses, namun tidak lama setelah acara pensi dimulai, hujan pun turun lagi, untungnya kali ini hujan tidak begitu deras dan tenda pun masih bisa difungsikan.

Hari terakhir di bumper tiba, acara pertama hari ini adalah senam pagi, setelah melakukan senam pagi, kami melaksanakan pensi yang sempat tertunda, tertunda, dan tertunda. Pensi pun sukses, acara terakhir adalah outbound yang dilaksanakan di bumper. Lagi-lagi kekompakan tim diuji kembali. Setelah acara outbound berakhir, kami pun bersiap untuk melaksanakan upacara penutupan. Sekitar pukul 13.00, upacara penutupan dilaksanakan. Kali ini upacara ditutup oleh Bapak Edi Susmanto selaku kakak panitia perwakilan kamabigus.

Setelah upacara penutupan, kami baru boleh membubarkan tenda dan berkemas. Pukul 14.00 kami pun meninggalkan Bumi Perkemahan Taman Sardi dan kembali ke pangkalan SMA N 1 Pati dan pulang ke rumah masing-masing.

Sungguh 3 hari yang melelahkan namun berkesan. 3 hari pula kami disuguhkan pemandangan elok pegunungan muria. Sayang, kemah bakti tidak diperbolehkan membawa HP dan kamera, sehingga kami tidak bisa mengaabadikannya melalui foto.

Pelatih Dan Punggawa Inter Milan Mengungkapkan Isi Hati Tentang Persepakbolaan Indonesia

Pemain Inter Milan Bicara Tentang Indonesia

http://us.media.vivanews.com/thumbs2/2012/05/26/156409_inter-milan-vs-indonesia_641_452.jpg
Sambutan meriah dari publik sepakbola Indonesia kepada Inter Milan tak pelak membuat klub raksasa Italia itu berkesan. Para punggawa La Beneamata pun merasa sangat bahagia sekaligus takjub dengan gegap-gempitanya atmosfer sepakbola Indonesia terhadap mereka.

Bahkan, sang kapten Javier Zanetti menyempatkan diri untuk berjalan mengelilingi lapangan demi memberi apresiasi kepada para tifosi yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, usai Inter Milan melakoni laga persahabatan dengan Indonesia Selection, Sabtu (27/5/2012) malam.

Puja-puji dan ucapan terimakasih pun terlontar dari para pemain Inter Milan, termasuk Javier Zanetti yang ingin kembali ke Indonesia suatu saat nanti.
“Atmosfer di stadion ini sungguh luar biasa. Pertandingan-pertandingan di sini bagus sekali. Para penonton luar biasa!” ucap Javier Zanetti.

“Soal apakah Inter (Milan) akan bermain lagi di Indonesia, itu urusan klub. Tapi yang pasti kalau diperbolehkan, saya ingin kembali lagi datang ke sini,” janjinya.

Penjaga gawang Paolo Orlandoni tak mau ketinggalan menyematkan pujian:
“Tifosi di sini sungguh luar biasa. Saya seperti merasa bermain di Giuseppe Meazza saya sangat senang dengan kedatangan ke Indonesia saat ini. Indonesia mencintai para pemain Inter (Milan) dan saya senang dengan itu,” ujar kiper ketiga Inter Milan ini.

Begitu pula dengan bek senior Ivan Cordoba yang mengatakan:

”Saya tidak pernah berpikir bisa mengalami pengalaman seperti itu di luar negeri. Mendengar mereka bernyanyi Milano Siamo Noi (yel-yel tifosi Inter Milan) telah membuat bulu kuduk saya berdiri,” kata Ivan Cordoba salut.

”Saya rasa, terima kasih tidaklah cukup. Semua ini adalah kehormatan besar bagi kami, dan rekan satu tim merasakan hal yang sama,” lanjutnya.

Andrea Stramaccioni: "Indonesia Bisa Maju Hanya Karena Suporter"

foto

Pelatih Inter Milan Andrea Stramaccioni menilai sepak bola Indonesia bisa maju dan lebih baik di masa mendatang. Dengan modal dukungan ratusan penggemar yang ada, menurut Stramaccioni, Indonesia tidak perlu khawatir akan kehilangan dukungan.

“Indonesia main luar biasa malam ini. Kami melawan tim yang kompetitif. Selain itu, ada dukungan luar biasa suporter yang mendukung dua sisi tim yang bermain. Saya rasa itu bisa menjadi modal. Mudah-mudahan sepak bola Indonesia bisa maju,” kata Andrea Stramaccioni kepada wartawan dalam keterangan pers, Sabtu malam, 26 Mei 2012.

Saat ditanya mengenai kelemahan tim Indonesia, Andrea menjawab diplomatis dengan mengatakan kedua tim telah bermain bagus dan menghibur. Selain itu, menurut Andrea, dalam pertandingan tadi ia hanya fokus mengamati penampilan tim asuhannya.

Para pemain Inter sendiri, kata Andrea, sangat termotivasi dalam pertandingan melawan Indonesia Selection. Pasalnya, pertandingan malam ini adalah partai perpisahan bagi Ivan Cordoba. Atas pertimbangan itu juga, Cordoba memegang ban kapten, menggantikan Javier Zanetti.

“Ini pertandingan terakhir Cordoba, makanya para pemain juga tampil habis-habisan,” ujar Stramaccioni lagi.

Pertandingan melawan Indonesia Selection itu sendiri dimenangkan Inter Milan dengan skor 4-2. Empat gol Inter masing-masing diciptakan Coutinho di menit ke-5 dan mennit ke-41, serta Pazzini di menit ke-60 dan menit ke-73.

Sedangkan dua gol balasan Indonesia diciptakan duo Papua, Patrich Wanggai di menit ke-10 dan Yoshua Pahabol di menit ke-92.

Sumber:
http://sidomi.com/
http://www.tempo.co/

Curhatan Bidak Catur

Anda pasti sudah mengenal permain catur, bukan? Permainan yang dilakukan oleh dua orang ini adalah permainan yang menguji pemikiran atau otak kita. Namun pernahkan anda membayangkan jika bidak catur yang terdiri pion (pawn), kuda (knight), benteng (rook), menteri (bishop), ratu (queen), raja (king) ini berbicara? Berikut adalah curhatan mereka jika mereka dapat berbicara.