Bentar lagi kan mau ujian nih, pasti pada degdeg'an ya,, pasti pada siap-siap, sama kayak saya, hehe..., tapi tadi nggak sengaja nemuin ini nih, seperti yang dijudul, ya kunci jawaban untuk semua jurusan, mata pelajaran, dan semua paket soal, langsung saja ini kunci jawabannya, silahkan di share ke teman-teman anda,
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Kami Bukan Kelinci Percobaan !!!
Curhatan seorang siswa SMAN 1 WaringinKurung: (Mohon dibaca dengan seksama dan ikuti polingnya)
Hari ini benar - benar hari Ujian Nasional paling aneh yang pernah ada. Soal yang dibagikannya ternyata soal Susulan, di Sekolah sebelah lebih parah 200 orang ga dapet soal !. Ada lagi yang paling ekstrem anak SMA justru dapet soal SMK ! Gila ga tuh?,kata pengawasnya “Coba cek soal , soalnya kelas sebelah ada yang dapet soal SMK !”. Udah gitu kualitas LJK nya tipis banget lagi.
Sebelumnya saya sebagai pelajar yang juga mengikuti Ujian Nasional 2013 ingin mengucapkan Turut prihatin atas cacatnya Ujian Nasional tahun ini. Saya juga muak dengan gaya Sok hebatnya pemerintah dalam melakukan uji coba dengan membuat UAN 2013 sebanyak 20 paket soal ditambah barcode. Bagus sih tapi kenapa siswa - siswa banyak yang nggak ikut UAN ya?.
Konyol deh kalau denger sistem pendidikan di Indonesia katanya yang hampir tiap ganti menteri pasti ganti kurikulum. Gonta - ganti terus. Sistem yang ini belum kelar di ganti lagi !. Uji coba lagi. Kayaknya menteri yang baru merasa ” Udah deh, sistem yang mau gue terapin ini lebih bagus dari menteri yang sebelumnya ! ini sudah saatnya kita move on!”.
Woy, kalau mau uji coba, Uji coba saja pada keluaga mu sendiri, terapkan tuh sistem untuk mendidik anak cucu dan cicit mu sendiri. Jangan pada masa depan kami , jangan pada pelajar seluruh Indonesia yang setiap tahunnya dibuat basi dengan tingkah laku seenak mu sendiri!.
OK. UAN sudah berlangsung dua hari, dan ternyata tidak seperti yang di koar koarkan pemerintah. Malah saya dengar, kawan kawan pelajar di barat, tengah dan timur ada yang sama sekali belum melaksakan Ujian Nasional?. Ditunda sampai 4 hari berturut turut?. Tenang kawan, nasib kami yang sedang melaksanakan Ujian Nasional jauh lebih menjijikan daripada kalian.
Hari pertama, OK lah. Tidak ada masalah. Soal dibagikan dengan semestinya. Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang paling pertama di laksanakan.
Sesuai dengan berita berita yang udah beredar di TV dan juga Internet. Soal dan LJK memang dibuat kembar siam naskah soal dan Lembar jawaban dibuat sepasang. Paket Soal juga ternyata benar benar dibuat 20 Tipe plus 10 tipe dibuat untuk mereka yang sewaktu Ujian grogi dan tidak sengaja mengontori, melipat, atau mungkin menjilat kertas Ujian karena mungkin terlalu kesal. Dan yang lebih waw-nya lagi adalah Siswa pengawas bahkan Tim Pengawas Independen , pada tahun ini dipastikan tidak bisa mengetahui jenis paket yang dikerjakan siswa. Karena soal maupun LJK sudah dilengkapi dengan Barcode. Waw. Udah paketnya 20 biji. Ditambahin barcode pula. Mantap. Gigit jari aja buat yang Sekolahnya di pelosok sana yang bahkan barcode apaan aja mungkin ga tau.
Hari pertama bisa dibilang sukses !, soal bisa dengan mantab saya kerjakan. Bahkan 20 paket soal dan juga barkode rasa - rasanya nggak berdampak apa - apa. Tidak seseram yang dikeluhkan. Tapi entahlah bagi mereka teman - teman kami yang Sekolah di tempat yang tidak layak karena kurangnya perhatian pemerintah.
Saya keluar ruangan dan berdiskusi dengan teman teman yang lain. Yang saya tanyakan apakah ada yang mengerjakan soal yang sekiranya sama dengan saya kerjakan?. Dan jawabannya adalah tidak ada satu orang pun yang mengerjakan soal sama persis dengan yang saya kerjakan. Saya tanya ke si A ternyata si A ga sama, si B juga sama sampai si Z mungkin juga ga akan sama. Waw Rumit sekali~. Tepuk tangan UN tahun ini benar benar Beda. Jadi saya ga perlu nyontek karena kalau nyontek pun percuma karena beda semua.
Tapi kok gitu ya?. Teman teman kami di jurusan IPS justru tidak kebagian soal. Pengawas, bahkan guru guru hingga kepala sekolah kami dibuat bingung, harus bagaimana. Sampai akhirnya mau tidak mau teman teman kami yang di IPS pun melaksakan Ujian nasional layaknya Ujian blok biasa.Mereka memakai soal fotokopian dan mengerjakannya pun tanpa LJK. Langsung jawab di soal fotokopian itu. Dalam hati “Ini Ujian nasionalkan , ya?”
Dan kabar menyedihkan pun terdengar lagi dari Sekolah tetangga. Lebih tepatnya SMAN 1 Cilegon, SMAN 4 dan blab la bla . Disana banyak siswa yang tidak ikut UN karena tidak dapat soal, nggak tanggung - tanggung 200 Orang ! yang nggak ikut !.
Ini yang mau Ujian siapa sih?. Yang nyuruh anak SMA ujian dengan 20 paket soal + barkode siapa ?. Yang salah siapa dong? Yang bego siapa?. Dan ternyata tidak Cuma cilegon, SMA - SMA yang ada di Kota serang pun banyak yang senasib.
Seperti hari ini. Selasa, 16 April 2013. Ketika mata pelajaran yang sedang di Ujikan adalah Fisika dan Bahasa Inggris. Di Sekolah saya, SMAN 1 WaringinKurung, ada 3 Ruangan yang mendapat soal yang salah. Kami yang jelas jelas datang ke Sekolah super pagi justru menerima paket soal Ujian Nasional Susulan.Wah, apa apaan ini?, apa karena dipusat soalnya keabisan stok? Jadi kami justru dikasih soal ujian Susulan? . Tentu saja kami pun tidak terima. Pengawas pun kaget . Lho, kok soal susulan?. Akhirnya di tariklah tuh soal yang sudah dibagikan. Pengawas dan pihak sekolah pun dibuat sibuk. Mereka juga terlihat berkali kali menghubungi pusat untuk konfirmasi soal. Tapi sepertinya hasilnya mengecewakan :p. Biasalah Indonesia !.
Alhasil kami lantang lantung nggak jelas. No Soal, No pengawas dan membosankan. Kami seperti anak yang kehilangan Ibunya. Sampai akhirnya setelah dibuat panas dan lelah menunggu lamaaaaaaaaaanya soal. Soal akhirnya tiba 2 Jam kemudian tepat ketika teman - teman kami yang mendapatkan soal baru aja selesai mengerjakan soal Fisika. Perut keroncongan, cuaca sedang panas - panasnya dan kami kesal.
Soal akhirnya datang. Itu pun bukan soal asli. Tapi soal hasil kerja keras para panitia dan juga pengawas yang mau tidak mau harus melakukan foto kopi gila gila-an. Bayangkan soal 20 Paket yang nomor paketnya saja tidak bisa diketahui dengan mata telanjang. Bisa dipastikan betapa ruwetnya guru - guru kami, betapa lelahnya pengawas kami yang juga notabennya seorang guru yang mengajar di Sekolah lain. Kami pun mengerjakan soal langsung di naskah soal fotokopian. Masih begitu hangat kertasnya saat kami menyentuhnya. Seperti baru beberapa menit yang lalu di fotokopi.
Sesaat kemudian teman saya ternyata ada yang fotokopi soalnya kurang selembar. Dia juga protes. Dan pengawas nanya “Ada yang soalnya seperti ini, –Sambil membacakan soalnya lengkap dengan opsinya pada nomor sekian–. Dan disitu barulah dia sadar ” Oh iya, soalnya kan 20 paket mana ada yang sama “. Mana tahu itu soal paket berapa.
4 Jam nelor di kelas dengan kondisi otak yang sudah mengkerut. Diluar terdengar suara teman teman kami yang bernasib baik, dimana mereka dapat melaksakan UAN dengan normal, lega sudah menyelesaikan soal Fisika. Ngobrol santai dengan angin sepoi - sepoi. Sedangkan kami 3 ruangan harus melaksanakan UAN di tengah kondisi yang benar benar absurd!. Sempat nggak ada dan nggak pengawas selama 2 jam membuat kami seperti “Aduh ini UAN bukan sih?”.
Selama 2 jam itu Terus kita ngapain dong?. Nothing. Otak ini rasanya kalau harus ngerjain Fisika udah aduh, udah deh kalau harus ngerjain fisika harusnya tadi pagi bukan siang bolong perut laper otak mengkerut kayak gini. Jujur, konsentrasi mengerjakan soal sama sekali ga ada. Yang ada di kepala cuma “Ingin nyelesain soal dan cepet pulang “.Yah, Semoga aja tetep lulus :p.
Pertanyaan awal?.
Jadi, pemerintah sebenarnya niat ga sih?. Udah bikin peraturan sedemikian ruwet!.
Udah bikin sistem yang katanya demi meningkatkan kualitas pendidikan lah !. Tapi nyatanya ga becus juga kan?. Emang dari dulu juga ga becus sih :p.
Kemana tuh dana anggaran Ujian Nasional 2013 yang jumlahnya mencapai Rp120.457.937.603 ? Eh nggak ding tapi Rp 800 Miliyar !!!!!!.. Dikantonginkah?. Di Simpen buat plesiran ke luar negerikah? buat leha - leha ke Eropa kah?.
Wahai menteri Pendidikan ! janganlah engkau mempertaruhkan masa depan kami untuk Uji coba Uji coba dodol mu !. Kami bukan kelinci percobaan !. Kami adalah harapan bangsa di masa depan !. Kami Sekolah untuk menikmati setiap detik proses belajar kami !. Kami belajar memperbaiki kegagalan kegagalan saat melakukan banyak kesalahan dalam proses belajar !.
Memang Bapak menteri mau tanggung jawab kalau sampai masa depan kami jadi suram? Susah dapet kerja? , akhirnya pengangguran nggak lulus SMA dengan paket C yang ditolak dimana dimana bertaburan. Yang lulus aja susah dapet kerja apa lagi yang ga lulus?.
Memang bapak mau tanggung jawab atas semua hal yang kami kerahkan untuk bisa lulus Ujian nasional ?. Kami bimbel disana sini, keluar duit banyak buat ikutan les disana sini yang ga murah, ikut try out dan segala macem , belajar gila - gilaan cuma buat menghadapi tetek bengek ujian Nasional . Guru Guru kami kau buat menangis karena memikirkan kami. Seolah olah kerja keras mereka dalam mendidik kami justru ditentukan oleh Dirimu seorang, oleh sistem Ujian Nasional yang kau buat !. Wah, enak ya bikin para ABG stress?. Enak ya liat para pelajar ada yang bunuh diri Cuma gara gara UN?.Enak ya liat para pelajar jadi pada syirik? Ke dukunlah, kuburanlah, nangis nangislah pas Istigosah Cuma gara gara sistem Ujian Nasional yang Bapak buat Seorang !.
Mana tuh anggaran pendidikan yang katanya 20 % dari APBN?. Paling udah di gerogotin anjing anjing berdasi dan berjas !.
Kami belajar itu dari kelas 1 , 2 , 3 SD , SMP hingga SMA di Sekolah kami di didik oleh guru kami bukan oleh Menteri pendidikan ! . Yang tahu kualitas kami, akhlak kami, ya Guru Kami !. Sekolah Kami !.Bukan Ujian Nasional ! Bukan sistem Uji coba yang engkau buat !.
Untuk apa sih Ujian Nasional?. Ijazah?. Untuk apa sih Ijazah?. Cari kerja?. Tapi mau dikemanakan kemampuan kami?. Skill yang kami dapat dari Sekolah?. Kenapa pada akhirnya kami bekerja disuatu tempat hanya berdasarkan Nilai Ijazah yang notabennya belum tentu hasil yang jujur?. Guru guru kami lebih tahu sejauh mana kemampuan kami Pak! Percayalah !. Setiap hari kami bertemu dengan mereka, di didik mereka jadi yang tahu luar dalam karakter kami adalah mereka.
Jika kami ujung ujungnya Sekolah Cuma untuk nyari nilai di Ijazah, yaudah mending dari dulu dulu aja kami bimbel aja terus - terusan !. Ngapain Sekolah?, udah banyakin aja bimbel.
Belajar yang terpenting adalah prosesnya Pak ! bukan nilai !, Jujur kami para pelajar SMA Kecewa dengan bapak !, dengan sikap Bapak yang seolah olah menjadikan kami sebagai kelinci percobaan !. Kenapa sih UAN yang jelas - jelas nggak membuat kualitas pendidikan jadi baik nggak di hapus aja?. Takut ga dapet anggaran Ujian Nasional lagi ya Pak?. Kenapa harus takut? Anggaran Itu kan buat Ujian nasional bukan buat bapak :p.
Atau mungkin bapak ingin menghapus Ujian Nasional itu nanti menunggu 90% siswa Indonesia tidak lulus dulu ya ?. Intinya yang nentuin kelulusan itu sistem yang bapak buat dong?.
Aduh pak, Jangan harap kualitas pendidikan dan lulusan SMA meningkat. Jika fasilitas fasilitas pendidikan dan mutunya saja tidak becus kau benahi !. Bapak tahu nggak sih perbedaan kualitas pendidikan antara Sekolah yang ada di kota dengan sekolah yang ada di pelosok perdalaman sana?. Pasti bisa dong !. Jangan samain dong Pak Sekolah antara Sekolah yang ada di Kota dengan yang ada di Perdalaman Papua ! Beda pak !.Semudah membedakan Mbe sama kuda !. Bukannya membeda - bedakan Pak. Tapi jelas sangat jauh bahkan sekolah yang ambruk aja banyak kan?. Bapak tahu ga sih? apa ga tau? kemana aja Pak?.
Bapak ingin soal Ujian nggak bocor kan?. Pelajar Garut bisa aja minta tolong pelajar Banten buat ngasih tau soal apa aja yang keluar. Toh Garut kan Siswa siswanya belum pada UAN tuh karena nggak dapet jatah soal !#NyengirKuda.
Sudah saatnya sistem pendidikan dibenahi !, Semua sekolah yang ada diseluruh Indonesia fasilitasnya juga di benahi, sehingga dari sabang sampe marauke seluruh anak Indonesia sama sama mendapatkan kualitas yang sama dalam mengeyam pendidikan !. Selebihnya terserah ! Bapak mau ngadain Ujian Nasional kek, Ujian regional kek, Ujian Internasional kek terserah , karena kami sudah mendapatkan kualitas pendidikan yang rata. Bapak bukan guru kami, bapak itu menteri yang tugasnya harusnya membenahi , bukan membuat depresi dan semakin membuat kualitas pendidikan semakin rendah !. Guru - guru yang tak rela anak didiknya tidak lulus karena proses belajar selama 14 tahun tidak ada harganya. Wajar ga sih sekolah 14 tahun hanya ditentukan dalam 4 hari?. Mending saya ga usah sekolah Pak. Mending saya dari SD, SMP dan SMA saya belajarnya Ujian nasional aja terus. hehe
Tulisan ini hanya unek unek semata, bukan menjelekan menteri pendidikan tapi berbicara sesuai fakta. Pelajar juga Manusia Pak, mereka punya masa depan yang harus dicapai untuk menjadi generasi yang maju !.
Untuk sahabat - sahabat ku di 11 Provinsi yang masuk dalam kategori daerah yang belum kebagian soal , semangat !. Kalau kalian punya temen yang udah melaksanakan UAN bisa tanya tuh soal apa aja yang keluar :p
Nanti kalau kertas jawabannya tipis, Ya yang sabar aja!. Hati - hati sekali rusak tuh LJK maka lo harus ganti dengan soal yang baru !!
HAPUS UAN SECEPATNYA ! RATAKAN KUALITAS DAN MUTU PENDIDIKAN DARI SABANG SAMPAI MERAUKE SECEPATNYA ! KALAU BISA SIH GANTI JUGA MENTERINYA TAPI JANGAN KURIKULUMNYA !!! KORUPTOR HUKUM MATI AJA !!!! KAMI SEMUA SUDAH MUAK JANGAN POLITISASI PENDIDIKAN ! STOP SAMPAI DISINI !!!
(sumber: blogdetik)
Ikuti Poling di Sidebar, pertanyaan: SETUJUKAH UN DIHAPUSKAN JIKA SUDAH SEPERTI INI?
Hari ini benar - benar hari Ujian Nasional paling aneh yang pernah ada. Soal yang dibagikannya ternyata soal Susulan, di Sekolah sebelah lebih parah 200 orang ga dapet soal !. Ada lagi yang paling ekstrem anak SMA justru dapet soal SMK ! Gila ga tuh?,kata pengawasnya “Coba cek soal , soalnya kelas sebelah ada yang dapet soal SMK !”. Udah gitu kualitas LJK nya tipis banget lagi.
Sebelumnya saya sebagai pelajar yang juga mengikuti Ujian Nasional 2013 ingin mengucapkan Turut prihatin atas cacatnya Ujian Nasional tahun ini. Saya juga muak dengan gaya Sok hebatnya pemerintah dalam melakukan uji coba dengan membuat UAN 2013 sebanyak 20 paket soal ditambah barcode. Bagus sih tapi kenapa siswa - siswa banyak yang nggak ikut UAN ya?.
Konyol deh kalau denger sistem pendidikan di Indonesia katanya yang hampir tiap ganti menteri pasti ganti kurikulum. Gonta - ganti terus. Sistem yang ini belum kelar di ganti lagi !. Uji coba lagi. Kayaknya menteri yang baru merasa ” Udah deh, sistem yang mau gue terapin ini lebih bagus dari menteri yang sebelumnya ! ini sudah saatnya kita move on!”.
Woy, kalau mau uji coba, Uji coba saja pada keluaga mu sendiri, terapkan tuh sistem untuk mendidik anak cucu dan cicit mu sendiri. Jangan pada masa depan kami , jangan pada pelajar seluruh Indonesia yang setiap tahunnya dibuat basi dengan tingkah laku seenak mu sendiri!.
OK. UAN sudah berlangsung dua hari, dan ternyata tidak seperti yang di koar koarkan pemerintah. Malah saya dengar, kawan kawan pelajar di barat, tengah dan timur ada yang sama sekali belum melaksakan Ujian Nasional?. Ditunda sampai 4 hari berturut turut?. Tenang kawan, nasib kami yang sedang melaksanakan Ujian Nasional jauh lebih menjijikan daripada kalian.
Hari pertama, OK lah. Tidak ada masalah. Soal dibagikan dengan semestinya. Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang paling pertama di laksanakan.
Sesuai dengan berita berita yang udah beredar di TV dan juga Internet. Soal dan LJK memang dibuat kembar siam naskah soal dan Lembar jawaban dibuat sepasang. Paket Soal juga ternyata benar benar dibuat 20 Tipe plus 10 tipe dibuat untuk mereka yang sewaktu Ujian grogi dan tidak sengaja mengontori, melipat, atau mungkin menjilat kertas Ujian karena mungkin terlalu kesal. Dan yang lebih waw-nya lagi adalah Siswa pengawas bahkan Tim Pengawas Independen , pada tahun ini dipastikan tidak bisa mengetahui jenis paket yang dikerjakan siswa. Karena soal maupun LJK sudah dilengkapi dengan Barcode. Waw. Udah paketnya 20 biji. Ditambahin barcode pula. Mantap. Gigit jari aja buat yang Sekolahnya di pelosok sana yang bahkan barcode apaan aja mungkin ga tau.
Hari pertama bisa dibilang sukses !, soal bisa dengan mantab saya kerjakan. Bahkan 20 paket soal dan juga barkode rasa - rasanya nggak berdampak apa - apa. Tidak seseram yang dikeluhkan. Tapi entahlah bagi mereka teman - teman kami yang Sekolah di tempat yang tidak layak karena kurangnya perhatian pemerintah.
Saya keluar ruangan dan berdiskusi dengan teman teman yang lain. Yang saya tanyakan apakah ada yang mengerjakan soal yang sekiranya sama dengan saya kerjakan?. Dan jawabannya adalah tidak ada satu orang pun yang mengerjakan soal sama persis dengan yang saya kerjakan. Saya tanya ke si A ternyata si A ga sama, si B juga sama sampai si Z mungkin juga ga akan sama. Waw Rumit sekali~. Tepuk tangan UN tahun ini benar benar Beda. Jadi saya ga perlu nyontek karena kalau nyontek pun percuma karena beda semua.
Tapi kok gitu ya?. Teman teman kami di jurusan IPS justru tidak kebagian soal. Pengawas, bahkan guru guru hingga kepala sekolah kami dibuat bingung, harus bagaimana. Sampai akhirnya mau tidak mau teman teman kami yang di IPS pun melaksakan Ujian nasional layaknya Ujian blok biasa.Mereka memakai soal fotokopian dan mengerjakannya pun tanpa LJK. Langsung jawab di soal fotokopian itu. Dalam hati “Ini Ujian nasionalkan , ya?”
Dan kabar menyedihkan pun terdengar lagi dari Sekolah tetangga. Lebih tepatnya SMAN 1 Cilegon, SMAN 4 dan blab la bla . Disana banyak siswa yang tidak ikut UN karena tidak dapat soal, nggak tanggung - tanggung 200 Orang ! yang nggak ikut !.
Ini yang mau Ujian siapa sih?. Yang nyuruh anak SMA ujian dengan 20 paket soal + barkode siapa ?. Yang salah siapa dong? Yang bego siapa?. Dan ternyata tidak Cuma cilegon, SMA - SMA yang ada di Kota serang pun banyak yang senasib.
Seperti hari ini. Selasa, 16 April 2013. Ketika mata pelajaran yang sedang di Ujikan adalah Fisika dan Bahasa Inggris. Di Sekolah saya, SMAN 1 WaringinKurung, ada 3 Ruangan yang mendapat soal yang salah. Kami yang jelas jelas datang ke Sekolah super pagi justru menerima paket soal Ujian Nasional Susulan.Wah, apa apaan ini?, apa karena dipusat soalnya keabisan stok? Jadi kami justru dikasih soal ujian Susulan? . Tentu saja kami pun tidak terima. Pengawas pun kaget . Lho, kok soal susulan?. Akhirnya di tariklah tuh soal yang sudah dibagikan. Pengawas dan pihak sekolah pun dibuat sibuk. Mereka juga terlihat berkali kali menghubungi pusat untuk konfirmasi soal. Tapi sepertinya hasilnya mengecewakan :p. Biasalah Indonesia !.
Alhasil kami lantang lantung nggak jelas. No Soal, No pengawas dan membosankan. Kami seperti anak yang kehilangan Ibunya. Sampai akhirnya setelah dibuat panas dan lelah menunggu lamaaaaaaaaaanya soal. Soal akhirnya tiba 2 Jam kemudian tepat ketika teman - teman kami yang mendapatkan soal baru aja selesai mengerjakan soal Fisika. Perut keroncongan, cuaca sedang panas - panasnya dan kami kesal.
Soal akhirnya datang. Itu pun bukan soal asli. Tapi soal hasil kerja keras para panitia dan juga pengawas yang mau tidak mau harus melakukan foto kopi gila gila-an. Bayangkan soal 20 Paket yang nomor paketnya saja tidak bisa diketahui dengan mata telanjang. Bisa dipastikan betapa ruwetnya guru - guru kami, betapa lelahnya pengawas kami yang juga notabennya seorang guru yang mengajar di Sekolah lain. Kami pun mengerjakan soal langsung di naskah soal fotokopian. Masih begitu hangat kertasnya saat kami menyentuhnya. Seperti baru beberapa menit yang lalu di fotokopi.
Sesaat kemudian teman saya ternyata ada yang fotokopi soalnya kurang selembar. Dia juga protes. Dan pengawas nanya “Ada yang soalnya seperti ini, –Sambil membacakan soalnya lengkap dengan opsinya pada nomor sekian–. Dan disitu barulah dia sadar ” Oh iya, soalnya kan 20 paket mana ada yang sama “. Mana tahu itu soal paket berapa.
4 Jam nelor di kelas dengan kondisi otak yang sudah mengkerut. Diluar terdengar suara teman teman kami yang bernasib baik, dimana mereka dapat melaksakan UAN dengan normal, lega sudah menyelesaikan soal Fisika. Ngobrol santai dengan angin sepoi - sepoi. Sedangkan kami 3 ruangan harus melaksanakan UAN di tengah kondisi yang benar benar absurd!. Sempat nggak ada dan nggak pengawas selama 2 jam membuat kami seperti “Aduh ini UAN bukan sih?”.
Selama 2 jam itu Terus kita ngapain dong?. Nothing. Otak ini rasanya kalau harus ngerjain Fisika udah aduh, udah deh kalau harus ngerjain fisika harusnya tadi pagi bukan siang bolong perut laper otak mengkerut kayak gini. Jujur, konsentrasi mengerjakan soal sama sekali ga ada. Yang ada di kepala cuma “Ingin nyelesain soal dan cepet pulang “.Yah, Semoga aja tetep lulus :p.
Pertanyaan awal?.
Jadi, pemerintah sebenarnya niat ga sih?. Udah bikin peraturan sedemikian ruwet!.
Udah bikin sistem yang katanya demi meningkatkan kualitas pendidikan lah !. Tapi nyatanya ga becus juga kan?. Emang dari dulu juga ga becus sih :p.
Kemana tuh dana anggaran Ujian Nasional 2013 yang jumlahnya mencapai Rp120.457.937.603 ? Eh nggak ding tapi Rp 800 Miliyar !!!!!!.. Dikantonginkah?. Di Simpen buat plesiran ke luar negerikah? buat leha - leha ke Eropa kah?.
Wahai menteri Pendidikan ! janganlah engkau mempertaruhkan masa depan kami untuk Uji coba Uji coba dodol mu !. Kami bukan kelinci percobaan !. Kami adalah harapan bangsa di masa depan !. Kami Sekolah untuk menikmati setiap detik proses belajar kami !. Kami belajar memperbaiki kegagalan kegagalan saat melakukan banyak kesalahan dalam proses belajar !.
Memang Bapak menteri mau tanggung jawab kalau sampai masa depan kami jadi suram? Susah dapet kerja? , akhirnya pengangguran nggak lulus SMA dengan paket C yang ditolak dimana dimana bertaburan. Yang lulus aja susah dapet kerja apa lagi yang ga lulus?.
Memang bapak mau tanggung jawab atas semua hal yang kami kerahkan untuk bisa lulus Ujian nasional ?. Kami bimbel disana sini, keluar duit banyak buat ikutan les disana sini yang ga murah, ikut try out dan segala macem , belajar gila - gilaan cuma buat menghadapi tetek bengek ujian Nasional . Guru Guru kami kau buat menangis karena memikirkan kami. Seolah olah kerja keras mereka dalam mendidik kami justru ditentukan oleh Dirimu seorang, oleh sistem Ujian Nasional yang kau buat !. Wah, enak ya bikin para ABG stress?. Enak ya liat para pelajar ada yang bunuh diri Cuma gara gara UN?.Enak ya liat para pelajar jadi pada syirik? Ke dukunlah, kuburanlah, nangis nangislah pas Istigosah Cuma gara gara sistem Ujian Nasional yang Bapak buat Seorang !.
Mana tuh anggaran pendidikan yang katanya 20 % dari APBN?. Paling udah di gerogotin anjing anjing berdasi dan berjas !.
Kami belajar itu dari kelas 1 , 2 , 3 SD , SMP hingga SMA di Sekolah kami di didik oleh guru kami bukan oleh Menteri pendidikan ! . Yang tahu kualitas kami, akhlak kami, ya Guru Kami !. Sekolah Kami !.Bukan Ujian Nasional ! Bukan sistem Uji coba yang engkau buat !.
Untuk apa sih Ujian Nasional?. Ijazah?. Untuk apa sih Ijazah?. Cari kerja?. Tapi mau dikemanakan kemampuan kami?. Skill yang kami dapat dari Sekolah?. Kenapa pada akhirnya kami bekerja disuatu tempat hanya berdasarkan Nilai Ijazah yang notabennya belum tentu hasil yang jujur?. Guru guru kami lebih tahu sejauh mana kemampuan kami Pak! Percayalah !. Setiap hari kami bertemu dengan mereka, di didik mereka jadi yang tahu luar dalam karakter kami adalah mereka.
Jika kami ujung ujungnya Sekolah Cuma untuk nyari nilai di Ijazah, yaudah mending dari dulu dulu aja kami bimbel aja terus - terusan !. Ngapain Sekolah?, udah banyakin aja bimbel.
Belajar yang terpenting adalah prosesnya Pak ! bukan nilai !, Jujur kami para pelajar SMA Kecewa dengan bapak !, dengan sikap Bapak yang seolah olah menjadikan kami sebagai kelinci percobaan !. Kenapa sih UAN yang jelas - jelas nggak membuat kualitas pendidikan jadi baik nggak di hapus aja?. Takut ga dapet anggaran Ujian Nasional lagi ya Pak?. Kenapa harus takut? Anggaran Itu kan buat Ujian nasional bukan buat bapak :p.
Atau mungkin bapak ingin menghapus Ujian Nasional itu nanti menunggu 90% siswa Indonesia tidak lulus dulu ya ?. Intinya yang nentuin kelulusan itu sistem yang bapak buat dong?.
Aduh pak, Jangan harap kualitas pendidikan dan lulusan SMA meningkat. Jika fasilitas fasilitas pendidikan dan mutunya saja tidak becus kau benahi !. Bapak tahu nggak sih perbedaan kualitas pendidikan antara Sekolah yang ada di kota dengan sekolah yang ada di pelosok perdalaman sana?. Pasti bisa dong !. Jangan samain dong Pak Sekolah antara Sekolah yang ada di Kota dengan yang ada di Perdalaman Papua ! Beda pak !.Semudah membedakan Mbe sama kuda !. Bukannya membeda - bedakan Pak. Tapi jelas sangat jauh bahkan sekolah yang ambruk aja banyak kan?. Bapak tahu ga sih? apa ga tau? kemana aja Pak?.
Bapak ingin soal Ujian nggak bocor kan?. Pelajar Garut bisa aja minta tolong pelajar Banten buat ngasih tau soal apa aja yang keluar. Toh Garut kan Siswa siswanya belum pada UAN tuh karena nggak dapet jatah soal !#NyengirKuda.
Sudah saatnya sistem pendidikan dibenahi !, Semua sekolah yang ada diseluruh Indonesia fasilitasnya juga di benahi, sehingga dari sabang sampe marauke seluruh anak Indonesia sama sama mendapatkan kualitas yang sama dalam mengeyam pendidikan !. Selebihnya terserah ! Bapak mau ngadain Ujian Nasional kek, Ujian regional kek, Ujian Internasional kek terserah , karena kami sudah mendapatkan kualitas pendidikan yang rata. Bapak bukan guru kami, bapak itu menteri yang tugasnya harusnya membenahi , bukan membuat depresi dan semakin membuat kualitas pendidikan semakin rendah !. Guru - guru yang tak rela anak didiknya tidak lulus karena proses belajar selama 14 tahun tidak ada harganya. Wajar ga sih sekolah 14 tahun hanya ditentukan dalam 4 hari?. Mending saya ga usah sekolah Pak. Mending saya dari SD, SMP dan SMA saya belajarnya Ujian nasional aja terus. hehe
Tulisan ini hanya unek unek semata, bukan menjelekan menteri pendidikan tapi berbicara sesuai fakta. Pelajar juga Manusia Pak, mereka punya masa depan yang harus dicapai untuk menjadi generasi yang maju !.
Untuk sahabat - sahabat ku di 11 Provinsi yang masuk dalam kategori daerah yang belum kebagian soal , semangat !. Kalau kalian punya temen yang udah melaksanakan UAN bisa tanya tuh soal apa aja yang keluar :p
Nanti kalau kertas jawabannya tipis, Ya yang sabar aja!. Hati - hati sekali rusak tuh LJK maka lo harus ganti dengan soal yang baru !!
HAPUS UAN SECEPATNYA ! RATAKAN KUALITAS DAN MUTU PENDIDIKAN DARI SABANG SAMPAI MERAUKE SECEPATNYA ! KALAU BISA SIH GANTI JUGA MENTERINYA TAPI JANGAN KURIKULUMNYA !!! KORUPTOR HUKUM MATI AJA !!!! KAMI SEMUA SUDAH MUAK JANGAN POLITISASI PENDIDIKAN ! STOP SAMPAI DISINI !!!
(sumber: blogdetik)
Ikuti Poling di Sidebar, pertanyaan: SETUJUKAH UN DIHAPUSKAN JIKA SUDAH SEPERTI INI?
Mantan Kepala Sekolah Depresi Karena Dicopot Paksa
Karena depresi berat itu pula, kini Sukari hanya bisa terbaring di kamar rumahnya yang ada di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Guru yang sudah puluhan tahun mengabdi ini tidak sanggup lagi bangkit atau berdiri dari dari tempat tidurnya.
Jika ada orang yang membesuk, Sukari terlihat meracau. Ia memang berbicara tapi materi pembicaraannya tidak jelas alias. Meski tidak jelas, namun salah satu materi pembicaraan yang kerap disinggungnya, yakni berbagai prestasi yang pernah diraihnya selama empat tahun menjabat sebagai Kasek SMA N 1 Jakenan.
“Ya begini ini kondisi bapak. Jika dihitung hingga hari ini, bapak tidak bisa beraktivitas apa-apa lagi. Ia hanya tidur-tiduran di kamar,” kata istri Sukari, Rusmi, di Pati, Kamis (17/1/2013).
Sukari dicopot dari jabatan Kasek SMA Negeri 1 Jakenan melalui SK Bupati Nomor 800/3515/2012 pada akhir 2012 lalu. Setelah dicopot dari Kasek yang sudah empat tahun dijabatnya, kini Sukari hanya menjadi tenaga pendidik biasa.
Saat didatangi di rumahnya, Rusmi pun tak kuasa menahan isak tangis. Air mata pun terlihat menetes di kedua pipinya. Dengan tangis berderai, Rusmi langsung memuntahkan uneg-uneg isi hatinya perihal pencopotan jabatan suaminya.
Menurut Rusmi, tindakan pencopotan yang dilakukan oleh Bupati Pati, Haryanto adalah bentuk kesewenang-wenangan. Sebab selama menjabat Kasek SMA N 1 Jakenan, suaminya tidak pernah membuat masalah. Selain itu, saat dipimpin suaminya, SMA N 1 Jakenan, juga menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Untuk prestasi akademik, sekolah tersebut mampu meraih nilai akreditasi 94 atau ranking dua se-Kabupaten Pati. Selain itu suaminya juga berperan besar dalam berbagai kemajuan pembangunan fisik di sekolah tersebut.
“Tapi sekarang malah dicopot secara mendadak dengan dengan alasan kinerja yang kurang baik. Ini yang membuat suami saya mengalami depresi hingga jatuh sakit,” jelasnya.
Rusmi berharap, persoalan yang menimpa suaminya mendapat perhatian dari pihak berwenang. Yakni Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan Nasional dan jajarannya yang ada di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Jika memang bersalah Rusmi mengaku rela suaminya sekalian dipecat dari profesinya sebagai guru. Namun jika tidak bersalah, ia ingin setidaknya nama suaminya direhabilitasi dan hak-haknya dikembalikan.
“Jadi fair. Saya khawatir alasan pencopotan suami saya karena alasan-alasan tertentu yang tidak ada hubungannya dengan kinerjanya sewaktu menjabat Kasek SMA N 1 Jakenan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Sarpan belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya tidak ada jawaban. Begitu pula saat dikirimi pesan singkat.
Bupati Pati Haryanto juga belum dikonfirmasi. Saat dihubungi hingga beberapa kali, telepon genggamnya menunjukkan aktif namun tidak ada jawaban dari orang nomor satu di Kabupaten Pati tersebut.
Kabar dari Pati, dikutip dari: Sindonews.com
Apakah Pak Sukari adalah korban dari N*P*T*SM* yang dilakukan pihak berwenang dan jajarannya?
Atau memang ada alasan positif pencopotan ini?
Semoga Pak Kari, panggilan akrab beliau, diberikan kesabaran dan kesehatan.
Seorang Pria Raih 18 Gelar Akademik Di Belakang Namanya
Mungkin sebagian dari anda sekolah maupun kuliah adalah hal yang sedikit membosankan. Apalagi ditambah dengan mata pelajaran dan mata kuliah yang sangat rumit. Ingin rasanya untuk libur saja. Tapi hal ini tidak berlaku untuk seorang pria bernama lengkap Welin Kusuma (Nama non gelar). Beliau telah menyelesaikan pendidikan kuliahnya dengan memperoleh 18 gelar akademik dibelakang namanya, jika ditulis lengkap akan menjadi:
Welin Kusuma, ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP.
Tak cukup satu larik untuk menuliskannya.
![]() |
| Welin Kusuma |
Dikutip dari viva.co.id:
Hitung sebentar gelar di belakang nama Anda? Satu, dua, atau tiga? Buat Welin Kusuma, gelarnya tidak cukup jika dihitung dengan sepuluh jari tangan. Pasalnya, dia punya 18 gelar akademis dan profesi. Dia butuh waktu 13 tahun untuk mengumpulkan gelar-gelar itu di berbagai kampus di Surabaya.HEBAT.....!!!!
Welin Kusuma, 31, mengeluarkan satu per satu ijazah dari dalam tas ranselnya. Saat ditata di atas meja, tinggi tumpukan ijazah itu hampir sejengkal. Maklum, pria asal Kendari tersebut memiliki 18 gelar akademis dan profesi. Rinciannya, dia menyandang delapan gelar sarjana, tiga gelar magister, dan tujuh gelar profesi.
”Ini salinan sertifikat Muri (Museum Rekor-Dunia Indonesia) yang saya dapatkan April lalu,” tutur Welin yang ditemui di Hotel Mercure, Surabaya, kemarin (12/10). Pada penghargaan itu, tertulis nama Welin Kusuma ST, SE, SSos, SH, SKom, SS, SAP, SStat, MT, MSM, MKn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP. Saking panjangnya gelar yang menyertai, nama tersebut sampai ditulis dalam tiga baris.
Welin telah mengurutkan gelar-gelar tersebut sesuai dengan periode pendidikan yang ditempuhnya mulai 1999– 2012. Setelah lulus dari SMAN 1 Kendari, dia langsung melanjutkan ke jurusan teknik industri di Ubaya pada 1999. Lima tahun kemudian, dia mendapatkan gelar sarjana teknik (ST) pada 2004.
Saat semester lima di jurusan teknik industri atau pada 2001, Welin mengambil jurusan ekonomi manajemen di STIE Urip Sumoharjo. Pada 2002 dia mengikuti perkuliahan di jurusan ilmu hukum Unair dan jurusan administrasi negara di Universitas Terbuka (UT). Seolah haus dengan dunia pendidikan, pada tahun yang sama Welin mengambil jurusan teknik informatika di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS).
”Pada 2003 saya mengambil jurusan sastra Inggris di UK Petra,” tutur pria kelahiran Makassar itu. Dia juga menempuh pendidikan S-1 di Universitas Terbuka pada jurusan administrasi publik dan statistik.
Pendidikan magister teknik industri ditempuhnya di ITS pada 2004. Welin kemudian meraih gelar magister sains manajemen (MSM) dan magister kenotariatan (MKn) di Universitas Airlangga (Unair). Pria 31 tahun tersebut sengaja mengambil program magister di perguruan tinggi negeri untuk mendapatkan pendidikan yang lebih bermutu.
Pendidikan profesi yang pernah dia dapatkan adalah registered financial planner Indonesia (RFP-I), certified professional in brand development (CPBD), certified professional in product management (CPPM), certified financial planner (CFP), affiliate wealth manager (AffWM), bersertifikat konsultan pajak (BKP), qualified wealth planner (QWP), dan certified professional human resource (CPHR). ”Gelar profesi itu berkaitan dengan manajemen, keuangan, dan perpajakan,” urainya.
Selama menjalani pendidikan tersebut hampir tiap tahun, dia menempuh sampai seratus SKS tiap pekan. Bahkan, dia pernah menempuh 111 SKS dalam satu semester genap pada periode Februari–Agustus 2003. Saat itu Welin menempuh kuliah di lima jurusan S-1 sekaligus. Yakni, teknik industri Ubaya (9 mata kuliah/MK-24 SKS), ekonomi manajemen STIE Urip Sumoharjo (4 MK-11 SKS), administrasi negara UT (10 MK-28 SKS), teknik informatika STTS (9 MK-25 SKS), dan hukum Unair (7 MK-23 SKS).
Welin memperoleh rekor Muri yang kedua atas 111 SKS yang ditempuhnya. Penghargaan tersebut dia dapatkan pada Agustus lalu. Dia menuturkan, setiap hari dirinya mengikuti kuliah mulai pukul 07.00 dan baru selesai pada pukul 22.00. Bahkan, pada Sabtu dan Minggu dia juga mengambil kuliah. Misalnya, jurusan ilmu hukum di Unair yang dia tempuh di kelas ekstensi.
Padatnya jadwal kuliah itu membuat dia pontang-panting dari satu kampus ke kampus lain. Bahkan, dia harus pintar-pintar menyesuaikan jadwal perkuliahan pada satu jurusan agar tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah di jurusan lain. ”Saya sediakan buku khusus untuk mencatat jadwal kuliah agar lebih cermat,” tutur pria berkacamata tersebut.
Namun, sepandai-pandainya mengatur jadwal, anak kedua di antara tiga bersaudara itu menemui jadwal yang benar-benar mepet. Saat itu, pada 2003, dia mengambil kuliah di jurusan sastra Inggris UK Petra dan teknik komputer STTS. Di UK Petra ada jam kuliah mulai pukul 13.30–15.30. Pada hari yang sama di STTS dia harus mengikuti kuliah pada pukul 15.00–18.00.
Dengan terpaksa Welin harus izin untuk keluar kelas dari perkuliahan UK Petra pada pukul 15.00. Dia pun memacu kendaraannya dari Jalan Siwalankerto untuk segera mengikuti kuliah di STTS, Jalan Ngagel Jaya Tengah. Dia baru bisa masuk ke dalam kelas itu pukul 15.35. Karena batas toleransi keterlambatan hanya 30 menit, dia tidak diperkenankan masuk ruang kuliah. ”Selama satu semester itu saya terlambat empat kali. Untung, masih batas toleransi,” tuturnya.
Lantaran kuliah di beberapa tempat yang berbeda, Welin beberapa kali bertemu dengan dosen yang sama. Dosen tersebut memang mengajar di dua kampus berbeda. ”Dosen itu jadi ingat terus sama saya,” ceritanya lantas tertawa.
Anak pasangan Onny Kusuma-Sisilia Chandra tersebut telah menuntaskan semua pendidikan yang dia tempuh. Terakhir, dia baru saja menyelesaikan kuliah di jurusan teknik informatika STTS pada 2012. Itu pendidikan paling lama yang dia tempuh, yakni sepuluh tahun. Dia menuturkan, cukup sulit lulus dari STTS karena harus bisa membuat aplikasi yang bagus dan teruji. ”Saya memang tidak mau main-main dengan tugas akhir saya. Harus bagus,” tegasnya.
Dia pernah mendapatkan surat peringatan akan dikeluarkan dari STTS karena tak segera menyelesaikan studi. Surat yang sama pada awal 2011 itu juga dia terima saat menempuh pendidikan magister sains manajemen di Unair. Namun, akhirnya Welin berhasil menyelesaikan studi di magister sains manajemen pada September 2011. Di STTS dia telah yudisium pada Februari lalu. ”Waktu dapat surat peringatan DO (drop out, Red) itu, saya sempat down. Pusing,” ucapnya.
Welin mengungkapkan, minatnya untuk menempuh aneka pendidikan tersebut didorong keinginan untuk menjadi konsultan. Cita-cita itu telah muncul sejak kecil. ”Konsultan apa? Hmmm, konsultan yang terintegrasi,” tuturnya.
Dalam bayangannya, seorang konsultan terintegrasi bisa memberikan pandangan dari banyak perspektif. Mulai hukum, ekonomi, hingga keuangan. Saat ini dia menjadi konsultan pajak lantaran punya gelar BKP.
Namun, pekerjaan resmi yang dia tekuni sekarang adalah bidang sistem informasi pada sebuah perusahaan di kawasan Rungkut Industri. Welin mengaku pernah pula bekerja di bidang properti dan perbankan. ”Dari bekerja itu pula biaya pendidikan saya tanggung sendiri,” ucapnya. Dia membiayai sendiri sebagian besar pendidikan yang dia tempuh sejak 2004.
Setelah 13 tahun menempuh pendidikan dan mendapatkan 18 gelar itu, Welin berencana menempuh pendidikan lagi. Dia ingin mengambil program doktoral. Namun, sama dengan tahapan pendidikan di tingkat sarjana dan magister, Welin tak mau main-main dengan kampus yang dipilih. ”Mau cari yang negeri atau yang bagus. Tetapi, saya masih menyesuaikan jadwal kerja,” katanya.
Sebenarnya, dia baru saja memperoleh gelar profesi CPHR (certified professional human resource). Jadi, bisa dibilang gelar Welin kini menjadi 19 buah. ”Saya ingin berbagi dengan orang lain. Mungkin semacam memberikan motivasi,” terangnya.
Semoga dapat menjadi motivasi kita untuk lebih rajin belajar, sekolah dan kuliah. Lebih semangat sekolah dan kuliah.
Harapanku Pada Guru, Harapanku Pada Indonesia
Bagaikan rembulan purnama yang selalu menyinari dan menghangatkan malam yang gelap, sunyi nan sepi ketika udara dingin menusuk kulit dan khalbu,
Guru,
Bagaikan bintang di langit malam yang selalu menghiasi angkasa dengan cahayanya yang berkilauan menenangkan hati yang sedang galau menjalani rutinitas hari.
Ya, guru adalah sosok yang sangat berjasa memajukan pendidikan dalam gelapnya kehidupan. Saat manusia masih buta akan aksara, guru selalu datang untuk membantu mereka mengenal indahnya membaca dan menulis. Mengajarkan mereka dari nol hingga menjadi sosok yang melebihi dirinya bak superhero yang siap menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Ketika mereka tidak dapat menerima apa yang guru ajarkan, guru selalu sabar membimbing dan mengarahkan untuk melakukan hal yang terbaik untuk mereka.
Masih ingatkah kita saat seumuran Nohara Shinosuke yang kerap disapa Shinchan itu? Ya, ketika anda duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Saat itu, kita belum mengenal apa-apa. Yang kita tahu hanya bermain, bermain, dan bermain. Namun saat kita selesai bermain pasti akan meninggalkan jejak, entah itu mainan rusak bahkan hancur, makanan atau minuman yang berceceran, atau hal lain yang membuat seseorang yang melihat akan merasa sangat marah. Akan tetapi guru selalu sabar membersihkan atau merapikannya kembali seperti semula. Guru, bak orang tua kita di sekolah.
Saat kita duduk di bangku sekolah dasar, guru selalu mendidik dan membimbing kita untuk tumbuh menjadi anak-anak yang kelak akan berguna bagi nusa dan bangsa. Ketika kita duduk di bangku SMP dan SMA, guru selalu mengarahkan kita ke jalan yang benar agar tumbuh menjadi remaja dan dewasa yang dapat berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Tapi apa yang kita lakukan untuk membalas jasa guru-guru kita? Tidak mengerjakan tugas dari beliau? Atau tidur saat guru sedang menerangkan pada jam pelajaran? Atau mungkin tawuran dengan sekolah lain yang dapat mencoret nama baik sekolah dan guru-guru? Apakah itu? Bukan itu yang guru kita harapkan untuk membalas jasa beliau. Bukan, bukan. Lalu bagaimana kita membalas jasa beliau?
Masih ingatkah anda dengan sebuah novel yang berjudul "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata yang telah diangkat menjadi film dengan judul yang sama itu? Seorang guru Laskar Pelangi, Bu Muslimah, yang selalu setia dan sabar membimbing ke sembilan murid di SD Muhammmadiyah yang hendak digusur tersebut di kawasan Belitung. Semua murid tersebut adalah murid yang kurang beruntung dari segi materi namun mereka tak mudah putus asa menghadapi itu semua. Salah seorang murid bernama Lintang mampu membuktikannya. Ia telah mampu menjadi juara dalam perlombaan dan membanggakan sekolah serta Bu Mus yang selalu tekun mendidik dia dan temannya-temannya.
Ya, seperti itulah kita membalas jasa dari bapak atau ibu guru kita. Dengan meraih prestasi setinggi-tingginya dan membuat beliau bangga akan prestasi yang kita peroleh. Semoga di Indonesia banyak terdapat Lintang-Lintang lain dan Bu Mus lain untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Wahai kawan-kawanku para pelajar di Indonesia, hargailah jasa dan pengabdian guru-guru agar mereka dapat tersenyum dan merasa bangga. Raihlah prestasi setinggi bintang yang bertaburan di angkasa. Dan marilah berpikir positif terhadap guru. Kerjakanlah apa yang beliau tugaskan dan perintahkan, yakinlah itu semua hanya untuk kebaikan kita di masa yang akan datang dan masa-masa keras menjalani kehidupan.
Hidup sederhanamu menjadi mimpi indahku,
Ku banggakan bak pahlawan negaraku,
Hari-hari hadirmu hamparan rinduku nanti,
Hangat bagai sinar matahari pagi.
Wahai guruku,
Bimbinglah kami dengan ilmu dan kasihmu,
Agar kami mampu teruskan pengabdianmu,
Doakan kami menjadi bangsa berbakti,
Membangun bumi pertiwi, makmurlah seluruh negeri.
Guruku, terima kasih atas pengabdianmu kepadaku selama ini. Terima kasih atas segala yang engkau berikan kepadaku hingga aku dapat tumbuh seperti saat ini. Semoga hidupmu selalu bahagia. Tak ada duka yang mnyelimutimu. Didikan dan tauladanmu menjadi bekal hidupku yang akan selalu kukenang hingga akhir hayatku. Semoga ada generasi muda yang kelak meneruskan pengabdianmu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia ini.
Dinilai Membebani, Sekolah Di Jerman Haramkan PR
Peraturan yang membuat girang murid-murid tersebut diterapkan di sekolah menengah Elsa-Brandstrom di North Rhine-Westphalia. “Tidak boleh ada siswa yang menggunakan waktu bersantai mereka untuk melaksanakan pekerjaan sekolah,” kata kepala sekolah Brigitte Fontein.
Diberitakan laman The Local, peraturan ini diterapkan untuk siswa kelas lima hingga enam. Sebelumnya, waktu belajar mereka ditambah hingga dua kali lebih lama. Hal ini adalah dampak dari peraturan baru pemerintah yang memotong masa setahun dari periode wajib belajar.
Sistem sekolah Jerman ini dikritik oleh Serikat Pekerja Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Jerman (GEW) karena dinilai terlalu membebani siswa. “Anak-anak berhak punya waktu santai, bermain di sore hari,” kata Cornelia Schiemanowski, ketua GEW di Oberhausen.
Michael von Tettau, dari sekolah Elsa-Brandstrom mengatakan, “Siswa-siswa bahkan tidak punya waktu yang cukup untuk berolahraga dan belajar memainkan alat musik.”
Pembebasan PR ini awalnya diujicobakan selama dua tahun, untuk melihat efeknya bagi para siswa. Peraturan ini tidak berlaku untuk siswa kelas akhir, karena mereka harus belajar agar bisa masuk universitas pilihan.
sumber: http://pojokpulsa.co.id/sekolah-di-jerman-haramkan-pr/
Andai saja di Indonesia seperti ini, hehehe. . . . .
Renungan: "Ayo Belajar Bukan Tawuran !!!"
Disini saya bukan sok suci, namun saya hanya berpesan untuk selurah pelajar Indonesia.
To: Seluruh Pelajar Indonesia
Untuk teman-teman saya para pelajar Indonesia, ayolah hentikan aksi keji kalian itu. Senjata kita hanyalah pena dan buku bukan clurit atau tombak atau gear motor. Masa depan bangsa ini di pundak kita. kitalah yang akan menentukan masa depan bangsa Indonesia tercinta ini. Isilah hari-hari sebagai pelajar ini dengan belajar.
Tidaklah kalian memikirkan bahwa orangtua kalian telah susah payah bekerja demi menyekolahkan kalian? Demi kalian, orangtua rela membanting tulang bahakan mencarikan hutang dimana-dimana. Tidakkah kalian memikirkan itu? Sadarlah teman-teman seperjuanganku.
![]()
![]()
Tugas kita adalah belajar, bukan tawuran. Bersaing dalam prestasi. Tidakkah kalian ingin berdiri dalam posisi tertinggi dengan mengibarkan bendera orang lain dengan sikap hormat berkalung medali di negara orang lain? Tidakkah kalian ingin seperti ini?
![]()
![]()
Ayolah wahai temanku, teruskan kreativitas positif kita demi Indonesia. Tidakkah kalian bangga seperti ini?
![]()
SAY NO TO TAWURAN
SAY YES TO PRESTASI
Jam Belajar di Sekolah Akan Ditambah?
Ketika berselancar di dunia maya atau lebih tepatnya di social network, ada sebuh teman yang mempost sebuah situs web yang membuat saya terkejut dan kaget. Adalah seputar jam belajar di sekolah. Menurut berita tersebut, menteri pendidikan nasional akan menambah jam belajar di sekolah. Berita tersebut termuat dalam kompas. Berikut beritanya:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menambah jam belajar di sekolah untuk menangkal efek negatif dunia luar sekolah. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh, Selasa (18/9/2012), di Jakarta.Sebagai siswa, saya kurang setuju dengan berita ini. Karena ini saja mayoritas teman saya termasuk saya sendiri sudah merasa kecapekan dengan kegiatan di sekolah.
Nuh mengungkapkan, persentase jam belajar anak di sekolah tidak sebanding dengan kegiatan sepulang sekolah. Menurutnya, waktu luang yang lebih banyak di luar sekolah itulah yang akhirnya memicu peserta didik melakukan atau bersentuhan dengan tindakan negatif.
"Persentasenya tak seimbang. Informasi dari luar sekolah berpotensi mengenalkan anak pada hal negatif dan nilai edukasi yang digarap di sekolah pun tercemar kembali," katanya.
Oleh karena itu, tambahnya, untuk memaksimalkan terserapnya ilmu pendidikan dari sekolah kepada siswa, maka pemerintah mengusulkan jam belajar di sekolah untuk ditambah. Dia menjelaskan, jika saat ini jam masuk sekolah siswa Sekolah Dasar (SD) 26 jam dalam satu minggu, maka bisa jadi nantinya akan ditambah menjadi 30 jam.
Nuh menegaskan, lamanya jam belajar ini tidak akan dilakukan dalam bentuk belajar secara formal. Akan tetapi, sekolah didorong untuk menyusun pola pembelajaran aktif khususnya dalam upaya penanaman nilai moral dan karakter kebangsaan.
"Mengapa perubahan jam sekolah ini dibutuhkan? Karena kondisi sosial kita berubah. Kalau dulu kita pulang ke rumah itu orangtua masih ada dan permainan juga masih baik tapi sekarang begitu pulang sekolah anak cenderung liar karena orangtua terlalu sibuk dan kita ingin menahan mereka biar lebih lama di sekolah," kata Nuh.
Namun, lanjutnya, penambahan jam sekolah ini juga harus disokong dengan efektivitas belajar mengajar melalui kurikulum pendidikan yang baru. Saat ini, kurikulum baru tengah disusun dan diperkirakan akan rampung pada akhir 2012 untuk diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2013-2014.
"Jadi semua dibenahi sehingga salah satu tugas yang disiapkan ialah pembenahan dan penataan kurikulum. 2013 akan rampung," ujarnya.
Seminggu saja jam pelajaran sudah mencapai 46 jam pelajaran atau 2070 menit waktu normal. Belum lagi kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan lain di sekolah. Jika ditambah, kapan waktu untuk istirahat?
THR Pekerja = Yes, THR Pelajar = No
Sekolah Termegah, Termewah Dan Termahal Di dunia

Langganan:
Postingan (Atom)

