Tampilkan postingan dengan label #1Hari1Ayat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #1Hari1Ayat. Tampilkan semua postingan

#1Hari1Ayat: Q.S. Al-Baqarah ayat 216 (Allah Maha Mengetahui yang Terbaik)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Fighting has been enjoined upon you while it is hateful to you. But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.
 ***

Allah memberi kebutuhan bukan keinginan
Sumber: pinterest.co.uk

Ayat itu yang selalu terngiang dalam hidup gue ketika gue lagi terpuruk. Ya, ayat itu pula yang selalu jadi penyemangat gue saat gue merasa gagal. Seakan-akan pas gue lagi baca ayatnya maupun artinya, jadi motivasi sendiri buat gue bangkit lagi. Terutama yang gue kasih bold.

Kalian pernah nggak sih, udah belajar yang rajin, eh hasilnya nggak memuaskan atau malah bisa dibilang gagal? Atau mungkin kalian pengen banget kuliah atau kerja di suatu tempat, udah belajar buat tesnya, udah berjuang dan berdoa semaksimal mungkin, hasilnya nama kalian nggak ada di pengumuman alias kalian nggak lolos?

Gue pernah di posisi kayak gitu. Dulu gue pengen banget masuk X, dua kali percobaan gue selalu gagal. Ketika percobaan pertama, gue emang terlalu santai karena emang gue udah optimis banget buat lolos. Satu bulan udah gue jalanin dengan latihan soal. Alhamdulillah gue lolos tes tahap satu. Tes tahap dua, karena gue terlalu sibuk sama kegiatan lain dan juga terlalu santai, gue gagal. Oke, gue terima karena emang gue tahu kelemahan gue.

Satu tahun berlalu, sejak saat itu, gue belajar yang giat lagi. Gue terus latihan soal buat naklukin tahap satu, sekaligus latihan buat naklukin tahap dua. Satu tahun gue mulai berlatih. Nggak ada yang namanya weekend bagi gue kala itu. Gue bener-bener memforsir diri gue buat lolos. Secara percobaan kedua ini percobaan terakhir. Alhamdulillah gue lolos tahap satu. Sejak lolos tahap satu itu gue terus-terusan buat latihan tes tahap 2. Ya pokoknya gue harus lolos. Tapi memang Allah punya rencana lain. Lagi-lagi gue gagal. Padahal gue rasa gue udah lebih baik dari setahun yang lalu. Tapi ya mau gimana lagi.

Gue bener-bener down. Seketika jadi gelap. Gue nggak pernah ngerasain down-sedown ini. Asli gue udah nggak kuat lagi ketika itu. Akhirnya gue mutusin buat ambil wudhu dan sholat, karena disaat-saat seperti ini gangguan dari alam lain sering datang. Setelah sholat, entah kenapa pas gue buka Al-Quran kok pas ayai ini yang muncul. Seketika saat itu gue sadar kalau emang itu yang terbaik bagi gue. Udah seperti itu jalannya. Gue mencoba melupakan harapan gue buat masuk X. Iyalah kesempatan gue udah abis. Tapi sekarang gue inget lagi gara-gara nulis ini :"). Sekarang gue jadi lebih mudah bertemu sama orang tua. Lebih mudah buat survive. Ya selalu ada jalan aja gitu.

Kalian pernah nggak kayak itu nggak?

Aku udah belajar, tapi kok ujianku hasilnya masih jelek ya?!
Disyukurin aja, kali aja kalau hasilnya lebih bagus, itu bisa bikin jadi sombong. Bisa bikin jadi jumawa. Atau malah bikin nyepelein ujian berikutnya yang bisa-bisa ngebuat hasilnya lebih buruk dari ini.

Haduh, kenapa pas mandi airnya mampet, jadi telat kan!
Disyukurin aja, kali aja kalau nggak telat malah bakal terjadi kenapa-kenapa di jalan. Bisa jadi di jalan ada kecelakaan atau apa. Naudzubillah.

Ini motor kenapa lagi deh?! Padahal udah di-service malah nggak jalan!
Bersyukur aja gaes. Ya daripada motornya mati di tengah jalan, eh malah repot kan. Malah bisa-bisa nyelakain diri sendiri dan orang pengguna jalan lainnya.

Hiks sakit!!! Gue ditinggalin pas lagi-lagi sayang-sayangnya :'(
Asli kalau ini emang berat. Tapi, lagi-lagi disyukurin aja. Ya kali aja kalau nggak ditinggalin bisa-bisa terjerumus ke hal yang nggak diinginkan yang bakal ngehancurin masa depan.

Ya, apapun dan bagaimana pun endingnya tetap SELALU BERSYUKUR aja. Ingat, Allah itu selalu ngasih yang terbaik. Dia nggak ngasih yang lo pengen tapi ngasih yang lo butuhin. Allah nggak bakal ngasih yang buruk buat kita. Selalu ada hikmah dalam setiap apa yang terjadi. Kalau kata Sujiwo Tejo a.k.a Presiden Jancukers, "Tuhan itu Maha Asyik. Tuhan juga Maha Romantis"

Sudahkah kita bersyukur hari ini?
Alhamdulillah.

#1Hari1Ayat: Q.S.Al-Hajj ayat 3 (Belajarlah...)

وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَانٍ مَّرِيدٍ
Waminannasi man yujadilu fiillahi bighayri 'ilmin wayattabi'u kulla shaytanin mariid(in)

Artinya:
Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat.

***

http://www.babble.com/mom/10-inspirational-quotes-for-back-to-school-season/confucious/

Bagiku ilmu pengetahuan adalah segalanya. Aku selalu berusaha menggapai ilmu pengetahuan stinggi langit yang didasari ilmu agama. Itulah yang selalu orang tuaku ajarkan kepadaku.

Namun, jika ditanya resolusiku tahun ini tentang pendidikan yang aku dapatkan?
Simple. Di tahun ini dan selanjutnya, aku ingin lancar berbahasa Inggris. Simple, bukan? Tapi aku bingung bagaimana caranya lancar berbahasa Inggris. Kucoba dengan membaca artikel berbahasa Inggris, tapi tetap saja sulit untuk memahaminya tanpa buka-tutup kamus. Sulit. Bahkan pernah kucuba untuk menonton film asing tanpa menggunakan subtitle bahasa Inggris, tapi bukan bisa berbahasa Inggris yang kudapat, tapi ketidaktahuan mengenai jalan ceritanya, hihihi....

Padahal aku tahu, saat tes perkuliahan 2 tahun lagi (saat ini aku duduk di kelas XI) akan banyak soal bahasa Inggris yang akan kutemui di sana. Bahkan Ujian Nasional (UN) Bahasa Inggris juga ada soal listening, aku khawatir jika aku tak mampu. Aku juga tahu bahwa besok ketika memasuki masa perkuliahan atau dunia kerja, Bahasa Inggris sangat dibuthkan. Tapi mengapa sampai saat ini tingkat bahasa Inggrisku minim. Ya Allah aku ingin lancar berbahasa Inggris.


Pati, 31 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Shad ayat 27 (Tak Ada Yang Sia-Sia)


وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاء وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ
Wamaa khalaqnassama'a wal'ardla wamaa baynahumaa baathilan dzalika dhannulladziina kafaruu fawaylullilladziina kafaruu minannar(i)

Artinya:

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

***

Sungguh Maha Besar Allah Yang Menciptkaan Segalanya...
Dia yang menciptakan langit dan bumi besarta isinya dan tak ada yang sia-sia yang Dia ciptakan. Bahkan rokok yang terbuat dari tembakau, yang mengandung macam-macam racun dan penyakit juga ternayat bermanfaat. Kita dapat menggunakan tembakau dalam rokok yang telah dibasahi dan dilumurkan ke bagian tubuh (kaki, misalnya) untuk menghindarkan diri dari lintah darat (Note: Lintah Darat di sini artinya lintah dalam ati sebenarnya, bukan lintah dalam arti r*nt*nir, ya!)

Bahkan lintah, sang penghisap darah, pun ternyata bermanfaat untuk pengobatan.
Tumbuhan ganja yang memabukkan atau entahlah apa, juga sangat bermanfaat untuk ilmu pengobatan.
Anjing yang haram menurut Islam pun juga bermanfaat untuk penyidikan dan penyelidikan polisi.

Semua yang diciptakan Allah SWT pasti bermanfaat untuk umat manusia.
Ada yang bisa menyebutkan apa ciptaan Allah yang tak berguna bagi manusia? Comment ya! ^_^

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 30 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Ibrahim ayat 7 (Syukur itu Mahal)


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Waidz ta'athdzana rabbukum lain shakartum la'aziidannakum wala'in kafartum inna 'adzabii lasyadiid(un)

Artinya:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

***

Ketika membaca ayat ini, aku teringat pada suatu sore. Sore itu aku tengah pergi ke sebuah toko. Awalnya biasa aja. Kuparkir motorku di luar, masuk, membeli barang yang kucari, selesai, bayar, keluar. Biasa memang. Monoton. Tapi justru di sinilah yang membuat hatiku bergetar.

Ketika aku keluar dari toko tersebut dan ingin pulang, aku berjalan santai menuju tempat parkir untuk mengambil kendaraan, aku melihat seorang tukang parkir yang sudah sepuh (tua/sekitar 50-60 tahun). Beliau tengah menarik sebuah motor pelanggar toko dengan tenaga yang tersisa, meniup peluit tanda memperlambat kendaraan lain. Usai, motor itu pun melaju.

Pak tukang parkir itu pun menghampiriku. ingin membantuku. Tapi karena sebelumnya aku sudah memersiapkan kendaraanku, maka bapak itu tak perlu lagi menarik motorku. Setelah itu, kukeluarkan beberapa uang kecil (biasanya tukang parkir di sini diberi imbalan Rp500/motor). Karena tak ada uang Rp500an, maka kubayarkan dengan uang Rp2000. Saat bapak itu mengeluarkan uang receh kembalian, aku menolak dengan halus. Bapak itu pun tak henti-hentinya berterima kasih. Tersenyum, berhamdalla. Di sinilh aku ingin menitikkan air mata. Kubayar dengan Rp2000 saja bapak itu sudah amat berterima kasih hingga tersenyum dan mendoakanku. Padahal uang tersebut hanya untuk membeli nasi bungkus (kucingan) tanpa minum.

Ya Allah, betapa besar rasa syukur bapak itu. Bapak itu selalu bersyukur dengan apa yang diterimanya meski tak seberapa bagi orang lain. Ya Allah, aku malu, Ya Allah. Mengapa aku jarang sekali mengucap "Alhamdulillah" kepada-Mu Ya Allah?! Aku malu dengan bapak itu. Aku Malu.

Semoga apa yang aku berikan kepada bapak itu bisa bermanfaat bagi diri dan keluarga bapak yang tak sempat kutanya namanya. Semoga bapak itu mendapatkan rejeki yang lebih besar lagi dari apa yang sekadar kubeli. Dan semoga pelajaran ini membuatku dan seluruh pembaca ini lebih bersyukur dengan segala nikmat-Mu. Aamiin

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 29 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Fushilat ayat 49 (Semangat Kakak!)

لَا يَسْأَمُ الْإِنسَانُ مِن دُعَاء الْخَيْرِ وَإِن مَّسَّهُ الشَّرُّ فَيَؤُوسٌ قَنُوطٌ

La yas'amul'insanu min du'aa'ilkhayri waimmassahusysyarra faya'uusun qanuuth(un)

Artinya:
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.

***

Putus asa adalah hal yang sangat mudah melanda diri manusia, terlebih jika dia merasa gagal. Gagal sedikit saja, menyerah, putuh asa. Padahal jika dia mau mencoba lagi, Insya Allah dia berhasil. "Ah entahlah, I'm give up. It's impossible"

Lihatlah Thomas Alva Edison yang terus berjuang terus menerus menemukan bola lampunya hingga 9955 kali percobaan dan hasilnya gagal. Dan dia mencoba lagi, hingga percobaan ke 9956 dia berhasil menemukan bola lampu. Coba bayangkan jika pada percobaan ke 5 saja Edison sudah menyerah, bumi ini akan gelap gulita selamanya.

Masih banyak lagi kisah pantang menyerah. Untuk itu, yuk ubah pola pikir kita dari "Impossible" menjadi "I'm Possible". Jangan mudah menyerah menghadapi suatu apapun. Karena dibalik kegagalan pasti ada hikmahnya.

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.


Pati, 28 Januari 2014


#1Hari1Ayat: Q.S.Ali-Imran ayat 200 (Sabarlah!)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Ya ayyuhalladziina amanuushbiruu washabiruu warabituu waittaquullaha la'allakum tuflihuun(a)

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

***

Sabar mungkin tak asing lagi oleh telinga kita. Tapi, hmmm, entah mengapa sangat sulit untuk menumbuhkan sifat sabar itu sendiri?

Saat diejek oleh orang lain kita emosi
Saat lapar sedikit, kita marah-marah
Saat capek sedikit, kita marah pula
Saat mendapat cobaan dari Allah, malah memaki Allah

Naudzubillah....

Jika diberi penyakit, sabar. Jika kalah sesuatu, sabar. Jika banyak tugas, sabar. Tapi sepertinya hal itu sangat sulit. Apa susahnya?

Padahal sebenarnya, dibalik kesabaran itu pasti ada hikmahnya. Ketika bencana banjir seperti di Pati selama sepekan lalu melanda, bersabarlah, maka banjir tersebut akan surut (seperti saat ini yang sudah separuh surut, malah hampir surut seutuhnya. Alhamdulillah). Maka ada hikmah dibalik sabar itu sendiri.

 Banyak orang berkata, sabar itu ada batasnya. Hal itu salah. sabar tak ada batasnya, selama kita masih bisa mengendalikan diri kita. Mengutip sedikit dari ucapan Bondan Prakoso
Sabar itu tak ada batasnya, jika ada orang berkata Sabar ada batasnya, maka sesungguhnya dia kalah  dan tak mampu melawan masalah yang ia hadapi.
Maka, BERSABARLAH!

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.



Pati, 27 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.At-Tiin ayat 4 (Makhluk Terbaik)


لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Laqad khalaqnal'insana fii ahsani taqwiim(in)

Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

***

Hari Minggu ini, saya menyaksikan seorang yang bertato dan bertindik menghiasi layar kaca. Mungkin hal itu sudah biasa bagi anda. Atau anda cuek dengan penampilan mereka. Jika anda begitu, maka anda sama dengan saya.

Tapi entah mengapa, tiba-tiba timbul pertanyaan aneh di benak saya, "Buat apa ya orang itu pakai tindik dan ditato? Apa esensinya?"

Pertanyaan itu mengental setelah membaca ayat ini. Bukankah manusia telah diciptakan sebaik-baiknya? Lalu mengapa masih ada yang merubah penampilan dengan tindik atau tato? Memang apa ya yang kurang dari ciptaan Allah ini?

Entah kepada siapa pertanyaan ini akan tertuju dan dari siapa pula akan terjawab. Atau malah hanya tertahan di benak saya. Ah, entahlah. Tapi saya hanya ingin berpesan, Jangan sekali-sekali merubah ciptaan Allah. Karena itu sama saja tak menghargai Allah.

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya
Pati, 26 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Al-Mu'min ayat 60 (Janji Allah Kepada Manusia)

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Waqala rabbukumud'uunii astajib lakum innalladziina yastakbiruuna 'an 'ibadatii sayadkhuluuna jahannama dakhiriina

Artinya:
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

***

Membaca ayat ini, saya teringat sesuatu yang pernah saya dengar dari seseorang ustad. Ustad tersebut berkata bahwa doa kita akan selalu dikabulkan oleh Allah. Timbul rasa ingin tahu saya terhadap perkataan tersebut. Benar saja, saya menemukan ayat ini dalam Al-Quran. Ayat yang menyuruh kita untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT., dan tak ada yang lain. Dan Allah janji akan mengabulkan doa kita, kecuali doa untuk kejelekan orang lain.

Lalu mengapa doa saya tak dikabulkan?
Positive Thinking. Pasti Allah akan mengabulkan doa itu disaat yang tepat, dan bukan sekarang. Allah Maha tahu yang terbaik untuk kita. Jika tak kunjung dikabulkan? Allah pasti punya rencana lain dibalik doa itu. Wallahu'alam.

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.


Pati, 25 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Al-Jumuah ayat 8 (Kematian Datang Tiba-Tiba)

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Qul inna almawtalladzii tafirrauna minhu fainnahu mulaqiikum tsumma turaddauna ila 'alimilghaybi wasysyahadati fayunabbi'ukum bima kuntum ta'maluuna

Artinya:
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

***

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun.
Kabar duka menyelimuti hati umat Islam di Indonesia. Rais Aam PBNU, dan salah satu ulama besar di Indonesia, KH Sahal Mahfudz telah berpulang ke Rahmatullah pada hari ini, Jumat 24 Januari 2014 dini hari tadi.

Mbah Sahal wafat di kediamannya di kompleks pesantren Mathali'ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah dalam usia 77 tahun. Sejak muda beliau sudah mengasuh Pondok Pesantren Mathali'ul Falah. Beliau merupakan salah satu tokoh NU berpengaruh, kerap terlibat dalam penyusunan dan penetapan penerapan hukum Islam baik klasik maupun kontemporer.
Untuk itu, penulis ingin mengajak pembaca untuk membacakan umul kitab, Surat Al-Fatihah kepada Mbah Sahal. Semoga beliau senantiasa di terima di sisi Allah SWT. Aamiin. . .

Ya, kematian memang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Tinggallah kita menunggu saat yang telah digariskan.

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.


 Pati, 24 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Qaaf ayat 9 (Berkah dalam Hujan)

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Wanazzalnaa minassama'i ma'ammubarakan fa'anbatnaa bihi jannatiwwahabba alhashshiid(i)

Artinya:
Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.

***

Setelah hari kemarin, cuaca Kabupaten Pati cerah berawan, sinar mentari bersinar menghangatkan seluruh penjuru meski agak malu-malu, hari ini hujan deras kembali mengguyur. Sejak dini hari tadi hingga kini, hujan mulai mengguyur dengan intensitas sedang hingga deras. Jalanan yang mulai mengering, kini tergenang kembali.

Meski demikian, kami yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kami. Kami tahu semua ini pasti ada hikmahnya. Hikmah yang dapat kita ambil untuk kehidupan yang lebih baik.

Dan kami yakin pula janji Allah dalam Surat Qaaf adalah nyata. Semoga setelah banjir besar ini, Kabupaten Pati akan lebih baik lagi dengan tanaman-tanaman yang dapat menghidupi banyak umat. Aamiin

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.


Pati, 23 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Hud ayat 11 (Kesabaran dalam Bencana)



إِلاَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُوْلَـئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
Illa alladziina sabaruu wa'amiluushshalihati ulaika lahum maghfiratun waajrun kabiir(un)

Artinya:
Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.

***

Alhamdulillah hhirobil alamin senantiasa kami ucapkan kehadirat Allah SWT., karena alhamdulillah matahari telah menyinari Kabupaten Pati lagi pagi hingga siang ini (meski agak tertutup awan). Dengan demikian sebagian daerah yang mengalami banjir besar di sebagian desa kemarin bisa mengering.

Namun, akses dari dan menuju kabupaten Pati masih agak tersendat. Terlebih dari/ke arah Grobogan (selatan), jalan antarkota terputus total. Ketinggian banjir (siang tadi) masih setinggi perut orang dewasa (kurang-lebih se-kap mobil avanza). Selain itu dari/ke arah Jepara (utara) juga terhambat oleh hadangan banjir di daerah Kecamatan Dukuhseti. Dari/ke arah Rembang (timur) terhambat banjir di Kecamtan Juwana yang mencapai lutut-paha orang dewasa. Dari/ke arah Kudus (barat) sudah dapat dilewati, namun berhubung daerah Kudus juga mengalami hal serupa, bersiaplah dengan berdiam diri di dalam mobil (baca: macet).

Doa kami, berilah kesabaran ya Allah, hilangkanlah seluruh bencana di Indonesia ini. Aamiin. . .


Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 22 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Al-Hadid ayat 22-23 (Duka Cita Bencana)

مَآأَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي اْلأَرْضِ وَلاَفِي أَنفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ {22} لِكَيْلاَ تَأْسَوْا عَلَى مَافَاتَكُمْ وَلاَتَفْرَحُوا بِمَآ ءَاتَاكُمْ وَاللهُ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Ma asaba min musiibatin fii alardi wala fii anfusikum illa fii kitabin min qabli an nabraaha inna thalika 'ala Allahi yasiirun. Likayla ta'saw 'ala ma fatakum wala tafrahuu bima atakum waAllahu la yuhibbu kulla mukhtalin fakhuurin

Artinya:
Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) agar kalian jangan berduka cita atas apa yang luput dari kalian, dan agar kalian jangan terlalu gembira dengan apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

***

 Hari ini, berita duka datang dari sebuah kota kecil sebelah utara di propinsi Jawa Tengah. Pati, nama kota itu. 40 desa di kabupaten Pati terendam banjir. Bahkan ada satu desa yang telah terendam banjir setinggi atap rumah. Atau satu desa yang berjarak -+ 500m dari kantor kabupaten pun tak luput dari rendaman banjir. Jalan pantura arah Kudus-Rembang pun lumpuh total. Semua tersapu ombak banjir.

Itulah latar belakang penulis memilih ayat ini. Ya, ayat penghibur bagi yang terkana bencana. Penulis hanya meminta doa kepada pembaca, agar banjir di seluruh Indonesia bisa surut dengan cepat. Aamiin. . .

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.


Pati,  21 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Al-Hujurat ayat 13 (Indahnya Bersaudara)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Ya ayyuhannasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wauntsa waja'alnakum shu'uuban waqabaaila lita'arafuu innaa akramakum 'indallahi atqakum innallaha 'aliimun khabiir(un)

Artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

***

Persaudaraan memang sangat indah. Ada orang yang tak dikenal bebarengan di kendaraan umum, tiba-tiba saling tegur sapa, lantas akrab, dan bersaudara. Hal itu memang sangat sering terjadi saat ini. Termasuk pada penulis sendiri, yang entah kebetulan atau apa tiba-tiba akrab dengan penumpang lain yang masih satu kendaraan. Jika kita tahu, menfaat hal itu sungguhlah besar. Entah di saat kita sedang terkena musibah di suatu tempat, saudara kita pasti akan menolong.

Maka hindarilah permusuhan antarbangsa atau antarsuku. Hal itu tak ada gunanya. Malah hanya dendam yang kita dapat.

Selain itu, ayat tersebut juga menjelaskan larangan NO SARA secara tersirat. Kita tidak boleh menghina ras, agama, suku, antargolongan lain. Jaga bibir kita dari ucapan menghina orang lain. Karena mau seperti apa kita, kita sama-sama ciptaan Allah yang paling sempurna.

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.


Pati, 20 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.Az-Zumar ayat 30 (Bila Waktu Tlah Berakhir)


إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ
Innaka mayyitun wainnahum mayyituun(a)

Artinya:
Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). 

***

Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagai manakah bila semua
Hilang dan pergi meninggalkan diri mu
Bagimanakah bila saat nya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagi mu untuk kembali
Mengulang ke masa lalu
Dunia....di penuhi dengan hiasan
Semua..dan sgala yang ada
Akan kembali pada nya

Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu tlah terhenti
Teman sejati tinggalah sepi...

oleh: Opick
Kematian memang akan terjadi bagi kita yang hidup. Tak ada yang mampu menunda dan menghindar dari kematian itu walau hanya untuk sedetik pun, menolak apalagi. Mau tak mau kita harus merasakan sakit yang luar biasa saat nyawa mulai terpisah dari raga kita.

Sakit. Ya, sakit. Bahkan Rasulullah Muhammad SAW, kekasih Allah SWT, manusia yang tak mempunyai dosa saja harus merasakan sakit yang luar biasa ketika malaikat Izrail mencabut nyawanya. Bahkan beliau sempat memohon kepada Allah SWT agar semua rasa sakit yang dirasakan umat-umat beliau supaya beliau saja yang menanggung karena beliau tidak tega melihat umatnya merintih kesakitan saat sakaratul maut. Tapi Allah tak mengabulkan. Allah hanya mengabulkan setengah dari rasa sakit umat ditanggung oleh Nabi Muhammad. Maka umat sekarang hanya merasakan setengah dari seluruh rasa sakit yang sebenarnya. Namun, walau setengah tapi tetap sakit itu luar biasa.

Kematian memang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Boleh jadi pagi sehat bugar, semangat, bercanda riang, tapi malamnya sudah dimandikan dan dikafani. Kini, tinggal satu pertanyaannya, Sudah siapkah kita dengan kematian?

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 19 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S.An-Nur ayat 26 (Cara Dapat Jodoh Yang Baik)

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Alkhabiitsatu lilkhabiitsiina walkhabiitsuuna lilkhabiitsati waaththayyibaatu liththayyibiina waththayyibuuna liththayyibati aulaika mubarrauuna mimmaa yaquuluuna lahum maghfiratun warizqun kariimun

Artinya:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).

***

Bagi para remaja, dewasa muda, maupun remaja, malam minggu adalah malam yang panjang. Malam dimana bisa menghabiskan malam bersama teman, sahabat, maupun pasangan (yang sudah sah lho ya). Tapi bagaimana dengan para remaja yang masih sibuk mencari calon pendamping hidupnya?

Sebenarnya sangat mudah untuk mendapatkan calon pendamping yang sesuai dengan kriteria. Cukup dengan bersifat sama dengan kriteria tersebut. Karena Allah telah berfirman bahwa wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Jadi, jika kita ingin mendapatkan istri yang baik, kita harus berbuat baik. Ingin istri yang rajin ibadah, kita harus rajin ibadah. Memang jodoh sudah diatur sejak kita dalam kandungan, tapi sifat bisa saja berubah bukan?

Jadi, dengan ayat ini, pertanyaan bagaimana cara dapat jodoh baik pun bisa terjawab.

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 18 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S. Yasin ayat 65 (Ketika Tangan dan Kaki Berkata)

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Alyawma nakhtimu 'ala afwaahihim watukallimunaa aydiihim watasyhadu arjuluhum bimaa kanuu yaksibuun(a)

Artinya:
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

***

Akan datang hari, mulut dikunci, kata tak ada lagi.
Akan tiba masa, tak ada suara, dari mulut kita.

Berkata tangan kita, Tentang apa yang dilakukannya.
Berkata kaki kita, Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita, Bila harinya, Tanggung jawab, tiba...

Rabbana... Tangan kami, Kaki kami, Mulut kami, Mata hati kami, Luruskanlah, Kukuhkanlah, Di jalan cahaya, Sempurna
Mohon karunia, Kepada kami, Hamba-Mu yang hina

Oleh: alm. Chrisye
Aku terpaku, terdiam, mencerna setiap kata demi kata dari lantunan ayat suci itu. Tertahan. Bertanya, "Apakah yang akan tangan dan kakiku katakan kelak?"

Aku sadar diri ini dipenuhi rasa salah dan dosa. Diriku tak lebih dari sekadar hina. Lantas apa yang akan dikatakan oleh kaki dan tangan dari seorang ini?

Aku hanya berdoa kepada-Mu, Ya Allah Ya Rabb, berilah hamba-Mu yang tak pernah mau bersyukur ini petunjuk-Mu. Luruskanlah mata hati kami. Luruskanlah menuju jalan lurus-Mu. Hindarkan kami dari perbuatan dosa dan kemaksiatan. Aamiiin. . .

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya


Pati, 17 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S. Ar-Rum ayat 41 (Sebab-Akibat Banjir di Indonesia)



ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dlaharalfasaadu fiilbarri walbahri bima kasabat aydiinnaasi liyudziiqahum ba'dhalladzii 'amiluu la'allahum yarji'uun(a)

Artinya:
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S. Ar-Rum ayat 41)
 
***

Pada musim hujan ini, banjir menjadi agenda rutin di seluruh pelosok Nusantara. Contohnya saja Jakarta,  Ibu kota tercinta yang telah menjadi langganan banjir, pada tahun ini lagi-lagi dilanda banjir.
 
Salah Siapa?
 Di sini sebenarnya penulis tidak mau menyalahkan siapa-siapa akan hal ini. Tapi biarkan ayat ini yang menjawab.
 
Dalam ayat ini, tertulis bahwa semua itu adalah salah kita sendiri. Untuk itu marilah kita berkaca tentang apa yang kita perbuat. Misalnya saja banjir. Marilah kita bercermin tentang apa yang telah kita lakukan. Dari hal yang ringan, membuang sampah misalnya. Dimana kita membuang sampah? Sudahkah kita membuang sampah di tempat yang sesuai atau malah membuang sampah hanya melemparkan ke sungai? Ingat saja, air akan mengembalikan apa yang kita beri.
 
Tak hanya banjir. Bencana yang katanya disebabkan oleh alam pun sebenarnya adalah salah kita. Tsunami misalnya. Memang secara kasap mata kita tak melakukan apa pun. Tapi marilah kita bercermin dosa apa yang telah kita perbuat?! Dosa yang membuat Allah memperingatkan kita.
 
Penulis tidak ingin menggurui siapapun di sini. Tapi penulis hanya mengingatkan sebelum Allah SWT yang mengingatkan.
 
Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.
 
 
 Pati, 16 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S. Al-Fathir ayat 32

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Tsumma awratsnalkitaaba alladziinastafayna min 'ibadina faminhum thalimun linafsihi waminhum muqtasidun waminhum sabiqun bilkhayrati biidznillahi dzalika huwalfadlulkabiir(u)

Artinya:
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.  (Q.S. Al-Fathir ayat 32)

***

Dari ayat tersebut di atas kita semua pasti sudah dapat menyimpulkan bahwa di dunia ini terbagi atas 3 golongan umat manusia, yakni:
  1. Thalimun Linafsih. Pada golongan ini, orang-orang yang berada di dalamnya ialah orang yang mendzalimi (menganiaya) dirinya sendiri. Maksudnya ialah orang yang lebih suka melakukan dosa atau lebih banyak melakukan kesalahan daripada kebaikannya. Contohnya, orang yang suka mencuri tapi lupa dengan sholat, puasa, zakat, dan lain sebagainya.
  2. Muqtasid. Yakni orang yang berada pada pertengahan. Kebaikan dan keburukan dijalankan secara bersama-sama, berjalan terus menerus. Misalnya orang yang suka mencuri, tapi masih menjalankan sholat, puasa, zakat.
  3. Sabiqun bilkhayrat. Yang termasuk golongan ini ialah orang yang lebih mengutamakan ibadahnya daripada urusan gelamor duniawi yang menimbulkan dosa. Sholat terus menurus secara khusyuk, puasa, zakat, dan menjauhi segala sesuatu yang haram.
Semoga senantiasa kita menjadi Sabiqun bilkhayrat.
Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya.


Pati, 15 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S. Al-Ahzab ayat 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Laqad kaana lakum fii rasuulillahi uswatun hasanatulliman kaana yarjuullaha walyawmal akhira wadzakarallaha katsiira(n)

Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab ayat 21)

***

Rasulullah Muhammad SAW adalah penutan untuk seluruh umat manusia di dunia. Beliau selalu sabar, rendah hati, cerdas, jujur, dan sifat terpuji lainnya. Boleh jadi tak ada lagi sifat buruk yang menghitamkan hati beliau. Bahkan semua sifat terpuji (akhlakul karimah) ada pada diri beliau. Tak ada yang terlewat.

Pernah penulis mendapatkan cerita dari guru penulis.
Suatu ketika Rasulullah sedang berjalan menuju masjid untuk melakukan sholat. Di tengah perjalanan, seorang pemuda dengan lantang menghina beliau, bahkan melampari dengan batu. Tak hanya itu, pemuda itu juga sempat meludahi beliau. Tapi Rasulullah tak marah atau apa. Hanya sekadar tersenyum melanjutkan perjalanan.

Suatu ketika pemuda itu sakit keras, Rasulullah menerima kabar tersebut dari sahabat beliau. Dengan senang hati, Rasulullah datang ke rumah pemuda itu. Dengan ramah beliau mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Awalnya Rasulullah ditolak oleh pihak keluarga. Namun akhirnya diterima.

Rasulullah segera menemui pemuda itu dengan muka secerah mentari. Ketika tahu Rasulullah datang, pemuda itu merasa sangat takut. Dikiranya Rasulullah akan membalas perbuatannya lampau. Ternyata itu salah. Justru Rasulullah datang untuk menghibur pemuda itu. Bahkan beliau sempat untuk menyuapi makanan pemuda itu.
Subhanallah....
Begitu sabarkah beliau? Bayangkan jika kita yang dihina, dilempar batu, dan diludahi. Pasti kita akan marah, mengumpat, atau bahkan membalas perbuatan itu dengan lebih besar. Tapi tidak untuk Rasulullah. Beliau tetap sabar.

Selain sabar, Rasulullah juga jujur dalam berbagai hal, misalnya saja dalam jual-beli.
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah berjalan melewati onggokan makanan yang akan dijual. Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam onggokan itu, maka tanpa diduga sebelumnya, jari-jari tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah. Kemudian beliau keluarkan jari-jarinya yang basah itu seraya bertanya, "Ada apa di dalamnya ini?" Orang yang mempunyai makanan tersebut menjawab, "Mungkin basah karena kehujanan ya Rasulullah?" Lalu Rasulullah pun bertanya lagi kepadanya, "Mengapa tidak kamu letakkan yang basah itu di atas agar supaya dapat diketahui orang lain? Barang siapa yang menipu, maka ia bukan termasuk umatku.(HR. Muslim)
Rasulullah Muhammad SAW is My Idol


Pati, 14 Januari 2014

#1Hari1Ayat: Q.S. Al-Kafirun ayat 6

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Lakum diinukum waliya diin(i)

Artinya:
Untukmu agamamu dan untukku agamaku (Q.S. Al-Kafirun ayat 6)

***

Ayat ini mungkin sudah tak asing lagi bagi kita. Ayat pamungkas dari surat Al-Kafirun (109) ini berisi pernyataan toleransi (menurut saya sih).

Bukannya malah mengajarkan keegoisan? BUKAN!
Justru ayat ini mengajar kita untuk tidak ikut campur urusan agama lain. Tidak menyela atau pun menghina, apalagi hingga mencederai sebelah pihak. Mengajarkan NO SARA. Dengan logika, orang kita aja masih sering bolong-bolong ngerjain ibadah agama kita sendiri, mengapa harus memikirkan agama lain? Pusatkan pada ibadah agama kita sendiri. Iya kan?

Saya pernah (sering malah) menjumpai hinaan terhadap agama Islam, mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah nabi palsu atau sebagainya. Memang awal membacanya sudah ingin marah. Ingin menonjok muka yang nulis. Tapi saya ingat ayat ini. Membaca perlahan dan menghembuskan nafas secara relax. Alhasil emosi sudah mereda.

Tapi mereka sudah keterlaluan menghina agama!
Bersabarlah. Allah SWT maha tahu yang benar maupun yang salah, yang kasap mata maupun tidak. Mereka sendirilah yang kelak akan menanggung perbuatannya sendiri. Jika kita emosi lalu mengumpat (berbicara kotor) atau malah langsung main pukul, urusan tak akan selesai. Malah bertambah panjang. Buat apa ngeladenin orang kayak gitu coba, iya kan?

Jadi, ingatlah ayat ini di saat ada yang menghina agama kita. Biarkan mereka dengan agama dan kepercayaan mereka dan kita dengan agama dan kepercayaan kita sendiri.

Maha Suci Allah Dengan Segala Firman-Nya

Pati, 13 Januari 2014